Cantrang Dilarang, Nelayan Senang

0
439
Surabaya (BM) – Ada yang menarik dalam pemberlakukan peraturan menteri kelautan dan perikanana No.2/2015 tentang larangan penggunaan pukat tarik. Meski dikeluhkan sejumlah masyarakat, ternyata aturan ini juga disambut gembira oleh sebagian nelayan di Jawa Timur.
Nelayan yang senang dengan larangan jarring cantrang ini adalah nelayan yang peduli dengan ekosistem laut. Terutama nelayan di wilayah laut selatan. Daerah ini kebanyakan nelayan menggunakan alat yang ramah lingkungan dan tidak dilarang oleh Permen KP.
Bahkan berlakunya aturan ini, cukup berpengaruh bagi nelayan. Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim Asmuri Syarif  menceritakan beberapa waktu lalu ada laporan dari sejumlah nelayan yang mengaku lebih mudah untuk menangkap Ikan Lemuru diselat Bali. Padahal dulu untuk menangkap ikan ini nelayan harus ke tengah laut, sekarang tidak terlalu jauh sudah bisa mendapat ikan ini. “Ini bukti ketersediaan ikan mulai membaik,” ujarnya.
Menurutnya, menggunakan alat yang ramah lingkungan hasilnya tidak sebanyak jarring cantrang. Tetapi  langkah ini cukup menjaga kondisi alam. Contonya manangkap ikan Tuna menggunakan pancing longline, dalam 1 minggu mampu menghasilkan 2 ton, namun memiliki nilai ekonomis tinggi. “ Memang kesulitannya alat ramah lingkunagan ini butuh skill, apalagi mancing Tuna,” ungkapnya.
Tidak hanya dua aturan ini. Ada beberapa aturan dari kementerian Kelautan dan perikanan yang mampu memulihkan kualitas laut Indonesia. Yakni permen KP 56/2014 tentang moratorium izin kapal eks asing. Selama ini 1.138 kapal eks asing banyak izinnya yang palsu dan diatasnamakan warga Indonesia padahal milik asing. Kapal-kapal ini disinyalir membawa hasil tangkapannya keluar negeri.
Ada juga Permen KP 57/2014 tentang transitmen yang melarang pindah muatan kapal di tengah laut. Sebenarnya, tujuan pindah muatan ini cukup bagus, karena memudahkan nelayan untuk membawa hasil tangkapannya ke daratan. Namun ada oknum yang berusaha curang, dengan membawa hasil tangkapan ikannya bukan ke dermaga di Indonesia , melainkan ke luar negeri.
Menurutnya, sejumlah perairan di Jawa Timur sudah mulai pulih kualitas lautnya. Di antaranya Banyuwangi, Pacitan, Gresik dan sejumlah daerah lain.
Dirinya berharap, aturan-aturan ini mampu memulihkan sumber daya ikan yang ada di Indonesia khususnya Jawa Timur. Sehingga nelayan bisa mendapat tangkapan yang banyak dan memingkatkan kesejahteraannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here