Sejarah Pelabuhan Perikanan Mayangan

0
1422

Cikal Bakal Pelabuhan Perikanan Mayangan Kota Probolinggo mulai didirikan pada tahun 2000 ketika Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Mayangan dibangun dengan gabungan dana dari APBN, APBD Provinsi Jawa Timur, APBD Kota Probolinggo serta dana luar negeri SPL-OECF. Status PPI ini kemudian meningkat menjadi Pelabuhan Perikanan Pantai di tahun 2004 dengan nama Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan (UPPPP Mayangan) dan ada tanggal 23 Mei 2014,  Gubernur Jawa Timur menertapkan UPPPP Mayangan berubah menjadi Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan Mayangan(UPT PP Mayangan)

Tujuan awal dibangunnya Pelabuhan Perikanan Mayangan Kota Probolinggo adalah untuk menampung dan melayani aktifitas perekonomian berbasis perikanan yang dilakukan oleh nelayan baik pendatang maupun nelayan asli Kota Probolinggo. Sebelum berdirinya Pelabuhan Perikanan Mayangan, aktifitas perikanan tangkap di Kota Probolinggo dilaksanakan di beberapa pemukiman nelayan yang tersebar di penjuru kota, serta dengan memanfaatkan Pelabuhan Umum dan Niaga Tanjung Tembaga sebagai pusat Pendaratan ikan. Kegiatan perikanan yang barcampur dengan aktifitas kepelabuhanan umum sangat tidak sesuai dengan prinsip sanitasi dan higienitas, sehingga muncul ide untuk memfasilitasi kegiatan penangkapan ikan di Kota Probolinggo dengan cara membangun sebuah Pelabuhan Perikanan yang representatif sehingga dapat tercapai tujuan bersama untuk :

  • Menyediakan fasilitas pelabuhan yang mendukung operasional kapal perikanan;
  • Meningkatkan mutu dan kuantitas hasil perikanan;
  • Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan serta penyerapan tenagakerja;
  • Meningkatkan peran serta Pelabuhan Perikanan sebagai fasilitator pada sektor perikanan.

Sedangkan sasaran yang akan dicapai :

  • Meningkatnya fasilitas Pelabuhan yang sesuai dengan masterplan;
  • Meningkatkan peran aktif pelayanan umum pada pengguna jasa fasilitas pelabuhan;
  • Mendukung upaya pemberantasan Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (usaha penangkapan ikan yang illegal, tidak tercatat dan tidak sesuai aturan);
  • Menfasilitasi peran investor lokal maupun non lokal yang akan mengembangkan usaha di Pelabuhan Perikanan Mayangan Kota Probolinggo;
  • Mengadakan sosialisasi Usaha Perikanan dan Pelelangan Ikan di TPI.

Sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas, Pelabuhan Perikanan Mayangan Kota Probolinggo memiliki misi ”Menuju Pelabuhan Perikanan Dengan Orientasi Pelayanan, Investasi dan Wisata Edukasi”.

Artinya bahwa dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai sebuah pelabuhan perikanan, Pelabuhan Perikanan Mayangan menekankan pada pelayanan terbaik yang dapat diberikan bagi masyarakat khususnya nelayan dan pengguna jasa untuk menjamin keberlangsungan usaha perikanan sebagai penyokong terciptanya iklim investasi di kawasan pelabuhan perikanan serta menjadikan kawasan pelabuhan perikanan sebagai salah satu pilihan kawasan wisata baru yang berbasis pendidikan.

Misi tersebut kemudian diwujudkan dalam enam buah target perencanaan operasional yang strategis untuk meningkatkan koordinasi Pemerintahan antara lain :

1. Mewujudkan pelaksanaan pelayanan prima dan koordinasi dalam tugas operasional;
2. Terlaksananya pengendalian dan pengawasan penangkapan ikan pada sumberdaya KP;
3. Menyediakan fasilitas dan jasa yang berorientasi pada tingkat kebutuhan dan pertumbuhan usaha perikanan;
4. Mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif guna menarik dukungan Investor;
5. Mengembangkan teknologi penangkapan ikan yang produktif dan ramah lingkungan;
6. Mendukung pengembangan SDM di bidang KP.

Daya Tarik
Menjadi salah satu pelabuhan perikanan terbesar di pesisir Utara Pulau Jawa bagian Timur, Pelabuhan Perikanan Mayangan terus berusaha untuk berkembang tidak hanya menjadi sekedar lokasi pendaratan ikan dan tambat labuh kapal penangkap ikan, melainkan menjadi pusat investasi di bidang perikanan tangkap di Indonesia. Didukung oleh lokasi yang sangat strategis, dimana terletak hanya 2 km dari pusat Kota Probolinggo, Pelabuhan Perikanan Mayangan berada tepat pada jalur akses utama pantai utara Pulau Jawa bagian Timur yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Pulau Bali, dua wilayah yang menjadi sentra ekonomi di Indonesia bagian timur.

Kemudahan akses menuju dan dari Pelabuhan Perikanan Mayangan juga menjadi nilai tambah tersendiri. Stasiun Probolinggo berjarak hanya 1,5 km dari pelabuhan dan setiap harinya dilintasi 12 rangkaian kereta dari/menuju berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Surabaya, Malang, Banyuwangi, Jember hingga Jogjakarta dan Purwokerto. Selain menggunakan moda transportasi kereta api, Kota Probolinggo juga dapat ditempuh menggunakan bus umum dari/ke berbagai kota seperti Surabaya, Malang, Banyuwangi, Jember, Situbondo hingga Denpasar. Terdapat lebih dari 600 armada bus yang melayani jalur ini 24 jam setiap harinya. Untuk transportasi dari Terminal Bayu Angga ke Pelabuhan Perikanan Mayangan (Pergi – Pulang) yang sejauh 8 km dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan kota.

Bagi para investor atau pengguna jasa yang ingin bermalam, di sekitar Pelabuhan Perikanan Mayangan juga terdapat lebih dari 10 penginapan yang dapat digunakan dengan tariff bervariasi mulai standar bintang 1 hingga sekelas Losmen/Homestay.

Sejak tahun 2013, di sisi selatan wilayah Pelabuhan Perikanan Mayangan telah dibuka sarana wisata mangrove dan pantai yang dikelola oleh CV. BeeJay Sarana Hiburan dengan nama BeeJay Bakau Resort dan Majengan Bakau Beach. Sebagian dari lahan di lokasi wisata ini (seluas 18.000 m2) masuk dalam area Pelabuhan Perikanan Mayangan dan dikelola oleh pihak swasta tersebut melalui system sewa lahan. Adapun potensi wisata yang dijual adalah berupa penelusuran melalui jalan setapak yang menembus hutan mangrove dan berakhir di sebuah restoran terapung serta wisata pantai berpasir putih dengan sarana olahraga air berupa lapangan voli pantai dan sepeda air. Kedepan di lokasi wisata mangrove ini juga akan dibangun penginapan dan lahan perkemahan. Potensi wisata pantai dan mangrove ini menjadikan Pelabuhan Perikanan Mayangan sebagai salah satu tujuan wisata alternatif bagi para pelancong yang ingin menikmati suasana unik dimana sebuah pelabuhan perikanan sebagai tempat wisata edukasi berpadu dengan wisata alam yang menarik khususnya bagi siswa sekolah dasar dan menengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here