Sinkronisasi Pelaksanaan Log Book dan SHTI di PP Mayangan

0
1357

Adanya kerusakan ekosistem sumberdaya ikan salah satunya disebabkan oleh pelaksanaan penangkapan ikan yang illegal, tidak terlaporkan dan tidak teregulasi (IUU Fishing) dan sampai saat ini masih ada dilakukan di hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Untuk mengendalikan IUU Fishing ini diperlukan regulasi dan aturan yang jelas mulai dari tata cara penangkapan ikan, alat tangkap yang digunakan, lokasi penangkapan hingga estimasi berat dan jumlah ikan yang didaratkan. Data tersebut tercatat dan dirangkum dalam aplikasi logbook penangkapan ikan yang wajib diserahkan oleh nahkoda kapal ikan saat kapal berlabuh di pelabuhan perikanan.

Evaluasi pelaksanaan penerapan Log Book dan SHTI dilaksanakan guna mengevaluasi dan menghimpun keluhan serta permasalahan yang dihadapi para pengguna jasa serta pelaksana Log Book dan SHTI di Pelabuhan Perikanan Mayangan serta menekankan pentingnya fungsi penerapan Log Book khususnya bagi kapal nelayan berukuran dibawah 30 GT maka rencana kedepan akan diberlakukan kewajiban penerapan Log Book bagi kapal nelayan berukuran dibawah 30 GT.

Peserta sinkronisasi pelaksanaan logbook dan SHTI
Peserta sinkronisasi pelaksanaan logbook dan SHTI

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Kepala Satuan Kerja Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Mayangan tersebut, disepakati sanksi bagi kapal yang tidak menyerahkan Log Book penangkapan ikan, berupa :

  1. Tidak diterbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) oleh Syahbandar;
  2. Sanksi administratif berupa pembekuan SIPI untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan berdasarkan pertimbangan dari Kepala Pelabuhan yang diteruskan ke DJPT-KKP;
  3. Sanksi pembekuan SIPI akan dicabut, jika dalam 1 bulan tersebut Logbook diserahkan;
  4. Jika tetap tidak diserahkan dalam kurun waktu yang ditentukan, maka akan dilakukan pencabutan SIPI.

(ppmayangan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here