Pelatihan Metodologi Instruktur di UPT Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (PTPB) Kepanjen

0
699

Pelatihan Metodologi Instruktur Perikanan Budidaya diselenggarakan sebagai sarana untuk bertukar informasi, wawasan, pengetahuan dan keterampilan antar Instruktur Pelatihan Perikanan Budidaya. Sehingga diharapkan dari adanya pelatihan ini peserta dapat meningkatkan kompetensi dalam penyusunan kurikulum dan modul perikanan budidaya serta peningkatan kualitas penyelenggaraan pelatihan perikanan budidaya. Dengan telah tersusunnya Modul pelatihan perikanan budidaya maka akan berdampak pada peserta pelatihan yang nantinya akan mengikuti kegiatan pelatihan perikanan budidaya yang lebih terstuktur dan kompeten.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Ir. Sih Hatin, MM yang memberikan pengarahan tentang pentingnya pelatihan metodologi ini sebagai bekal para instruktur perikanan yang melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat maupun akademisi lainnya.   Pemateri pada pelatihan ini ada 3 orang yaitu Lusia Dwi Hartiningsih, A.Pi, M.Si (Kepala Sub. Bidang Metode dan Materi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan) Jakarta. Ir. Indah Retnowati (Widyaiswara Madya Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Banyuwangi) dan Dr. Imron Natsir (Wakil Direktur lembaga Sertifikasi Perlatihan (LSP) Kelautan Perikanan).

Materi yang telah disampaikan adalah mengenai desain Pengembangan Metode Pembelajaran. Dalam materi ini kita perlu memahami bagaimana sistem pembelajaran yang baik, sehingga  kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal, beberapa faktor yang harus diperhatikan adalah karakteristik peserta latih, karakteristik  dan kompetensi pelatih, sarana dan prasarana serta perangkat pendukung pembelajaran.

Proses kegiatan pembelajaran selanjutnya adalah evaluasi dalam kegiatan pembelajaran sebagai alat ukur pencapaian suatu program pelatihan, menentukan efektifitas pelatihan, meningkatkan dan memperbaiki program pelatihan, serta meningkatkan motivasi belajar peserta pelatihan.

Sedangkan dalam hal sertifikasi kompetensi sumberdaya manusia Instruktur perikanan budidaya didalam pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Dr. Imron Nasir menyampaikan mengenai beberapa poin penting, yaitu pengetahuan, keahlian, dan sikap kerja.

Selanjutnya materi sertifikasi profesi dalam kegiatan pelatihan tersebut antara lain :

1. Operator Penangkapan ikan
2. Operator Penanganan Hasil Ikan Di Kapal
3. Operator Mesin Perikanan
4. Operator Pengolahan Hasil Perikanan
5. Operator Budiaya Perikanan

Beberapa manfaat sertifikasi dalam kegiatan perikanan :

  1. Untuk Industri :
  • Membantu industri KP meyakinkan kepada kliennya bahwa produk/jasanya telah dibuat oleh tenaga yang kompeten.
  • Membantu industri dalam rekruitmen dan mengembangkan tenaga berbasis kompetensi meningkatkan efisiensi pengembangan SDM efisiensi nasional.
  • Memastikan industri KP mendapatkan tenaga yang kompeten.
  • Membantu industri dalam sistem pengembangan karir dan renumerasi tenaga berbasis kompetensi.
  • Memastikan dan meningkatkan produktivitas.
  1. Untuk tenaga kerja :
  • Membantu tenaga kerja meyakinkan kepada organisasi/industri/kliennya bahwa dirinya kompeten dalam bekerja atau menghasilkan produk atau jasa.
  • Membantu memastikan dan memelihara kompetensi untuk meningkatkan percaya diri tenaga kerja
  • Membantu tenaga kerja dalam merencanakan karirnya.
  • Membantu tenaga kerja dalam mengukur tingkat pencapaian kompetensi dalam proses belajar di lembaga formal maupun secara mandiri.
  • Membantu tenaga kerja dalam memenuhi persyaratan regulasi.
  • Membantu pengakuan kompetensi lintas sektor dan lintas negara
  • Membantu tenaga kerja dalam promosi profesinya dipasar tenaga kerja
  1. Untuk Pemerintah :
  • Membantu memastikan pencapaian program pengembangan SDM pada sektor KP
  • Membantu memastikan kesesuaian sistem pembinaan dan pengendalian SDM dalam sektor KP
  • Membantu  memastikan sasaran perencanaan program pembangunan pada sektor KP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here