Dampak Residu Crystal Violet Pada Budidaya Ikan

0
1175

Crystal violet merupakan salah satu jenis residu yang ditimbulkan oleh bahan kimia dari limbah rumah tangga seperti limbah detergen, sabun mandi, sabun cuci, sabun mandi dan shampo. Mengkonsumsi ikan yang mengandung residu Crystal violet sangat berbahaya bagi kesehatan manusia diantaranya sebagai berikut :

– Kanker
– Ganguan sistem kelenjar endokrin
– Menimbulkan masalah reproduksi
– Mengganggu pertumbuhan janin dan sistem hormonal
– Karsinogenik Merusak sistem syaraf pusat, ginjal dan hati
– Karsinogenik pada hewan percobaan
– Keracunan
– Menurunkan kemampuan asupan gizi, pertumbuhan badan dan kesuburan wanita
– Merusak hati, ginjal dan jantung
– Meningkatkan potensi mutasi gen (DNA)

Untuk itu lokasi usaha perikanan budidaya tidak boleh berdekatan dengan saluran limbah rumah tangga. Unit usaha perikanan budidaya berada pada lingkungan yang sesuai dimana resiko kemanan pangan dari bahan kimiawi, biologis dan fisik diminimalisir. Tata letak lokasi dan desain usaha perikanan yang baik adalah sebagai berikut :

  1. Area usaha budidaya hanya digunakan untuk pembudidaya ikan.
  2. Unit usaha budidaya mempunyai desain dan tata letak yang dapat menjegah kontaminasi silang.
  3. Toilet, septic tank, gudang dan fasilitas lainnya terpisah dan tidak berpotensi mengkontaminasi produk budidaya.
  4. Unit usaha budidaya memiliki fasilitas pembangunan limbah cair ataupun padat yang ditempatkan diarea yang sesuai.
  5. Wadah budidaya seperti karamba dan jaring didesain dan dibangun agar menjamin kerusakan fisik ikan yang minimal selama pemeliharaan dan panen.
  6. BBM, bahan kimia (desinfektan, pupuk, reagen), pakan dan obat ikan disimpan dalam tempat yang terpisah dan aman.

Serta penggunaan bahan kimia, bahan biologi dan obat ikan yang baik untuk usaha perikanan adalah sebagai berikut :

  1. Hannya menggunakan obat ikan, bahan kimia dan bilogis yang diijinkan (dengan nomor regristrasi dari DJPB).
  2. Penggunaan obat ikan yang diijinkan sesuai petunjuk dan pengawasan.
  3. Obat ikan, bahan kimia dan biologis disimpan dengan baik sesuai spesifikasi.
  4. Penggunaan obat ikan, bahan kimia dan biologis sesuai instruksi dan ketentuan / petunjuk pada label.
  5. Dilakukan tes untuk mendeteksi residu obat ikan dan bahan kimia dengan hasil dibawah ambang atas.
  6. Obat ikan, bahan kimia dan bahan biologis yang digunakan mempunyai label yang menjelaskan dosis aturan pemakaian, tanggal kadaluarsa dan masa henti obat yang ditulis dalam bahasa Indonesia.

Berikut gambar bimbingan teknis ke pembudidaya ikan lele dan pembudidaya udang :

Bimbingan teknis ke pembudidaya ikan lele dan pembudidaya udang
Bimbingan teknis ke pembudidaya ikan lele dan pembudidaya udang
Bimbingan teknis ke pembudidaya ikan lele dan pembudidaya udang
Bimbingan teknis ke pembudidaya ikan lele dan pembudidaya udang

Tindakan yang perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya residu Crystal violet pada sistem budidaya adalah sebagai berikut :

  • Saluran air (sungai) bebas dari kandungan detergen, apabila tidak memungkinkan maka pengambilan air dari sumur bor tanah atau ditandon terlebih dahulu.
  • Tata letak kolam / tambak tidak berdekatan dengan saluran limbah rumah tangga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here