Pelatihan Teknik Rehabilitasi Vegetasi Pantai

Pertumbuhan penduduk yang tinggi, kegiatan pembangunan, serta perubahan penggunaan lahan (untuk budidaya, pemukiman, wisata, dan lainnya) di wilayah pesisir dapat mengakibatkan kerusakan wilayah pesisir. Kerusakan wilayah pesisir tersebut dapat ditandai dengan semakin berkurangnya vegetasi pantai di wilayah pesisir dan berganti dengan bangunan fisik buatan manusia. Berkurangnya vegetasi pantai akan berpengaruh terhadap perubahan ekosistem pesisir, sehingga dapat berdampak pada masyarakat pesisir baik secara langsung maupun tidak langsung. Dampak berkurangnya vegetasi pantai tersebut, yaitu abrasi pantai, erosi pasir oleh angin, intrusi air laut, perubahan bentanglahan karena hilangnya sempadan pantai, serta penurunan keanekaragaman hayati karena hilangnya habitat.

Salah satu cara untuk mengurangi dampak kerusakan wilayah pesisir adalah melalui kegiatan rehabilitasi vegetasi pantai. Rehabilitasi vegetasi pantai merupakan upaya pemulihan ekosistem pantai dengan penanaman jenis-jenis tumbuhan yang sesuai dengan kondisi lahan pantai. Rehabilitasi vegetasi pantai dapat berfungsi sebagai konservasi lingkungan, perlindungan, atau produksi. Rehabilitasi vegetasi pantai dilakukan untuk mengurangi tingkat erodibiltas tanah serta memperbaiki habitat yang rusak.

Kegiatan rehabilitasi vegetasi pantai dapat berjalan dan berkelanjutan jika terdapat partisipasi masyarakat pesisir. Peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam kegiatan ini mulai dari kegiatan penanaman, pemeliharaan, hingga pengawasan. Oleh karena itu, pelatihan teknik rehabilitasi vegetasi pantai dilaksanakan oleh Bidang Kelauatan, Pesisir dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pesisir dalam melakukan rehabilitasi vegetasi pantai.

Praktek lapangan pembibitan dan penanaman vegetasi pantai
Praktek lapangan pembibitan dan penanaman vegetasi pantai

Salah satu lokasi kegiatan rehabilitasi vegetasi pantai di Provinsi Jawa Timur adalah Pantai Dampar di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Pantai Dampar dipilih karena mempunyai potensi lahan yang luas dan potensi sumberdaya manusia berupa kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas). Kegiatan Pelatihan Teknik Rehabilitasi Vegetasi Pantai dilakukan pada bulan April 2017 melalui penyampaian materi oleh Ir. Sri Danarto, M.Agr.Sc. dan Ir. Widaryanti Wahyu Winarni, M.P. (dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada) di Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang serta praktek lapangan di Pantai Dampar. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat pesisir dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir baik secara langsung maupun tidak langsung. (bidangkpp)

Foto bersama peserta Pelatihan Teknik Rehabilitasi Vegetasi Pantai
Foto bersama peserta Pelatihan Teknik Rehabilitasi Vegetasi Pantai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here