Bersama Kita Wujudkan Kelestarian Ikan Lokal Jawa Timur

0
537

Indonesia dikaruniai sumber daya alam hayati yang sangat berlimpah. Dengan keanekaragaman sumber daya alam ini, Indonesia bahkan tergolong ke dalam negara yang memiliki sumber daya alam hayati paling beragam (megadiverse country). Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan bahwa walaupun hanya melingkupi 1,3% dari luas total daratan dunia, Indonesia memiliki keanekaragaman spesies satwa yang sangat tinggi (Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional, 2015). Jumlah jenis ikan di Indonesia diduga mencapai 8.000 jenis atau mungkin lebih. Jumlah tersebut terdiri dari hampir 1.300 jenis ikan air tawar atau sekitar 10% dari total jenis di dunia yang berjumlah sekitar 13.000 jenis dan selebihnya antara 6.000 – 7.000 jenis merupakan ikan air laut.

Tingginya biodiversitas di satu sisi merupakan kekayaan dan kebanggaan nasional yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Pada sisi lain, jumlah jenis yang melimpah cenderung lebih rentan menghadapi ancaman kepunahan akibat pemanfaatan (penangkapan) yang tidak terkontrol, dan berbagai ancaman yang berkaitan dengan aktivitas manusia. Seiring dengan pertambahan populasi penduduk yang diikuti oleh peningkatan kebutuhan pangan termasuk protein hewani, aktivitas penangkapan semakin intensif sehingga semakin hari bertambah jumlah jenis yang terancam punah. Dukungan teknologi transportasi semakin mempermudah terjadinya lalu lintas jenis ikan dari suatu negara ke negara lainnya. Masuknya ikan impor atau ikan invansif di perairan umum baik disengaja dan maupun tidak, semakin menambah permasalahan terhadap kelestarian ikan lokal atau ikan asli.

Biodiversitas ikan-ikan air tawar lokal asli Indonesia sangat berlimpah namun belum banyak dimanfaatkan dalam  kegiatan budidaya. Pemanfaatan secara langsung masih dalam taraf penangkapan di alam yang dikhawatirkan dapat membahayakan populasinya di alam. Salah satu alternatif untuk pencegahannya adalah dengan upaya meningkatkan budidaya dan mengurangi penangkapan yang berlebihan. Langkah pertama yang dibutuhkan adalah melakukan domestikasi untuk mendapatkan teknologi pembenihannya dan upaya pengelolaan lingkungan yang dibutuhkannya.

Restocking benih wader di Sungai Brantas Kota Kediri
Restocking benih wader di Sungai Brantas Kota Kediri

Sebagai upaya untuk mempertahankan keberadaan jenis ikan di Indonesia, seperti halnya dilakukan di banyak negara, maka perlu dilakukan pengkayaan stok ikan (stock enhancement). Beberapa cara yang dapat digunakan adalah dengan melakukan introduksi, yakni mendatangkan ikan dari luar habitatnya ke dalam ekosistem dan komunitas baru. Cara-cara ini umumnya dilakukan untuk  meningkatkan produksi atau yang terkait dengan olahraga memancing. Cara berikutnya adalah dengan restoking, yakni dengan cara memperbanyak jenis ikan liar (wild stock) dengan intervensi manusia melalui upaya domestikasi dan pembudidayaan, kemudian anakannya atau stadia yang lebih besar dikembalikan ke habitat aslinya. Untuk menghindari kepunahan dan mengembalikan  keberadaan ikan – ikan lokal yang hampir punah tersebut perlu ada upaya pelestarian sumberdaya ikan tersebut antara lain melalui upaya domestikasi.

Restocking benih wader bersama anak-anak sekolah
Restocking benih wader bersama anak-anak sekolah

Dalam upaya pengelolaan sumberdaya perikanan yang langka dan hampir punah, Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Budidaya Air Tawar (UPT PBAT) telah melakukan upaya penyelamatan ikan-ikan spesifik lokal yang ada di wilayah Jawa Timur melalui metode domestikasi. Bekerja sama dengan Lembaga ECOTON dan WWI (Wild Water Indonesia) area Kediri dan Malang, UPT PBAT Umbulan berupaya untuk melestarikan ikan-ikan lokal yang ada di Provinsi Jawa Timur. Bersama lembaga ECOTON, UPT PBAT Umbulan telah dapat menginventarisasi sekaligus mengkoleksi beberapa ikan-ikan lokal yang ada di sekitar aliran sungai Kali Surabaya. Inventarisasi dan identifikasi jenis-jenis ikan lokal Kali Surabaya Kabupaten Gresik, antara lain : Ikan Bader Putih ( Barbodes gonionotus), Ikan Bader Abang ( Barbodes balleroides), Ikan Muraganting (Barbonymus altus), Ikan Rengkik ( Hemibagrus nemurus), Ikan Keting (Mystus microcanthus). Ikan-ikan lokal yang tertangkap dipindahkan ke bak/kolam terkontrol di UPT PBAT Umbulan untuk dilakukan upaya domestikasi.Domestikasi adalah kegiatan pengadaptasian ikan – ikan terhadap lingkungan baru dengan tujuan penyesuaian diri dengan kondisi lingkungan baru secara terkontrol pada wadah (kolam/bak) dan respon terhadap pakan buatan sehingga dapat tumbuh dan berkembang.

Ikan-ikan yang berhasil didomestikasi oleh UPT PBAT  Umbulan dikembalikan lagi ke alam (restocking) sehingga dapat tumbuh dan berkembang di habitat aslinya di alam. UPT PBAT Umbulan telah mendomestikasi ikan lokal ke alam ± 3 juta ekor. Kegiatan restocking ini dilakukan bersama-sama baik antara pemerintah (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perikanan Kabupaten/ Kota), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti ECOTON dan WWI, dan masyarakat. Kelompok Masyarakat ini merupakan target pelaku utama dalam pelestarian ikan-ikan lokal. Kesadaran masyarakat dalam pelestarian ikan-ikan lokal sangatlah penting. Karena masyarakatlah yang bersentuhan langsung dan tahu kondisi lingkungannya. Eksploitasi sumber daya ikan di perairan umum oleh masyarakat sudah menunjukkan eksploitasi berlebih sehingga beberapa jenis ikan ekonomis penting menjadi langka atau terancam punah serta penangkapan tidak ramah lingkungan. Sebagai contoh dalam pelaksanaan kegiatan restocking ikan lokal ini melibatkan pejabat, anak-anak sekolah dan masyarkat umum diantaranya Restocking benih ikan ikan lokal bersama Bapak Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur pada acara Hari Air Sedunia, Restocking benih  ikan lokal bersama Wakil Bupati Ngawi pada acara Susur Sungai Jawa Timur, Restocking benih ikan lokal bersama Komunitas WWI Kediri pada acara Bakti Brantas, Restocking benih ikan lokal bersama siswa-siswi sekolah.

Dengan kolaborasi antara semua pihak mulai dari anak-anak hingga masyarakat umum diharapkan kelestarian ikan lokal Jawa Timur dapat terjaga dari kepunahan. (bidangbudidaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here