UPT P2SKP Pondokdadap Bergabung Dengan Masyarakat Nelayan Melakukan Pemantauan Mamalia Laut di Perairan Pantai Kondang Merak

0
578

Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (UPT P2SKP) Pondokdadap, untuk pertama kalinya melaksanakan pemantauan keberadaan mamalia laut di Perairan Malang pada akhir Maret 2018. Pemantauan ini merupakan timbal balik atas laporan masyarakat nelayan Pantai Kondang Merak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, yang sering melaporkan kemunculan kawanan lumba – lumba dan paus dalam perjalanan mereka pulang setelah melaut.

Menanggapi laporan tersebut, UPT P2SKP Pondokdadap bersama dengan Kelompok Nelayan Bina Karya Mina Kondang Merak, Lembaga Konservasi Sahabat Alam (SALAM), dan Satuan Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Sendang Biru melaksanakan kegiatan pemantauan (monitoring) gabungan keberadaan mamalia laut pada kawasan tersebut yang dimulai sejak pagi hari, pada waktu dimana masyarakat sering menemui kawanan mamalia laut berlalu lalang di perairan Pantai Kondang Merak.

Kawanan lumba - lumba bermunculan di Pantai Kondang Merak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang
Kawanan lumba – lumba bermunculan di Pantai Kondang Merak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang

Kegiatan ini ditujukan untuk mengetahui informasi mengenai pola kemunculan mamalia laut di Pantai Kondang Merak berdasarkan data hasil pemantauan dan informasi yang telah dikumpulkan oleh masyarakat. Lebih lanjut agar dapat mengetahui strategi yang tepat untuk melindungi keberadaan mamalia laut tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui kegiatan ekowisata berbasis konservasi dan edukasi.

Setelah menempuh sekitar 3 jam pengamatan, tim gabungan menemukan kawanan lumba – lumba berjumlah kurang lebih 15 ekor, dimana lumba – lumba tersebut menurut masyarakat, adalah lumba –lumba residen, yang hidupnya menetap hanya di sekitar Pantai Kondang Merak. Kawanan lumba – lumba tersebut juga tampak sedang melakukan pengasuhan terhadap bayinya, hal ini dibuktikan dengan keberadaan ukuran sirip punggung yang lebih kecil diantara kumpulan sirip punggung lumba – lumba dewasa yang teramati.

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan diskusi bersama masyarakat nelayan Pantai Kondang Merak dan Lembaga Konservasi Sahabat Alam untuk lebih memperdalam data keberadaan mamalia laut melalui keterangan masyarakat dan untuk membahas program dan kegiatan lanjutan yang dapat dikolaborasikan bersama dengan tujuan untuk menjaga keberadaan dan kelestarian mamalia laut di kawasan Pantai Kondang Merak. (uptp2skppondokdadap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here