Konservasi Penyu Pokmaswas Mina Bahari di Pantai Ngalur Kab. Tulungagung

0
365

Pantai Ngalur merupakan salah satu pantai yang ada di pesisir Kabupaten Tulungagung. Terletak di Desa Jengglungharjo Kecamatan Tanggunggunung. Potensi yang dimiliki pantai ini sangat banyak, salah satu potensi unggulannya adalah konservasi penyu yang dilakukan oleh POKMASWAS desa setempat dengan pihak UPT P2SKP Popoh dan Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung dengan menggunakan metode penetasan semi alami.

Metode penetasan semi alami yang diterapkan oleh POKMASWAS Mina Bahari ini memiliki beberapa tahap. Dimulai dari pengambilan telur dari sarang induk penyu dan dipindahkan ke tempat (sarang) semi alami yang sudah disiapkan dengan kedalaman seperti pada waktu telur itu diketemukan. Tujuannya untuk menghindari telur rusak akibat dimangsa oleh predator seperti biawak atau yang lainnya.

Monitoring suhu dan kelembaban ideal pasir dengan menggunakan alat soilmeter agar menghasilkan telur dengan tingkat mortalitas yang rendah. Suhu yang ideal untuk menetaskan telur penyu sekitar 30ºC, dengan lama waktu 21 hari. Faktor lingkungan yang besar mempengaruhi keberhasilan penetasan telur penyu yaitu suhu pasir. Kisaran suhu pasir yang dibutuhkan untuk keberhasilan penetasan telur penyu adalah berkisar 25 – 35ºC dengan suhu optimal 29ºC. Suhu sarang selain berpengaruh pada lama waktu pengeraman juga berpengaruh terhadap kehidupan embrio yang sedang berkembang. Suhu yang terlalu rendah disamping memperlambat perkembangan juga dapat mengancam kehidupan embrio, begitu pula bila suhu lingkungan terlalu tinggi meskipun peningkatan suhu dapat mempercepat waktu penetasan. Suhu sarang juga akan mempengaruhi perkembangan dan metabolisme embrio, karena perkembangan dan metabolisme embrio akan terganggu apabila suhu sarang diluar kisaran normal, yaitu 24-36ºC.

Metode penetasan telur penyu
Metode penetasan telur penyu
Telur penyu yang sudah menetas
Telur penyu yang sudah menetas

Disiapkan kubangan air laut untuk Tukik atau anakan penyu pada sarang semi permanen, supaya tukik atau anakan penyu yang telah menetas, keluar dari sarang, langsung berjalan dan beradaptasi menuju kubangan tersebut. Setelah tukik atau anakan penyu berumur 1 bulan baru tukik bisa dilepaskan di laut bebas, tujuan pelepasan penyu pada umur 1 bulan agar tukik dapat bertahan hidup hingga menjadi penyu dewasa tanpa dimangsa oleh predator yang ada di lautan. (uptp2skppopoh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here