Tim Riset ITS Berancang-ancang untuk Merangkai KJA Offshore di UPT P2SKP Pondokdadap

0
111
Tim Riset ITS

Jumat (3/8) lalu, Tim Riset Karamba Jaring Apung (KJA) Offshore Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya mengunjungi UPT Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Pondokdadap. Kunjungan ini untuk mengkoordinasikan tempat perangkaian dan fabrikasi KJA Offshore yang nantinya akan ditempatkan di Teluk Sidoasri, Kabupaten Malang. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, dimana Tim Riset ITS telah melaksanakan survey menuju Desa Sidoasri dan berdiskusi langsung dengan masyarakat Sidoasri sebagai langkah awal dari prosesi kegiatan riset tersebut.

KJA Offshore yang akan dirangkai nantinya adalah KJA hasil desain dan riset dari Tim ITS yang menggunakan rangka baja dan memerlukan tempat yang landai dan luas, dan tentunya dekat dengan air untuk difabrikasi. Fabrikasi dan perangkaian KJA ini dilakukan di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap karena kawasan ini memiliki infrastruktur yang memadai dan akses yang lebih mudah.

Proses perangkaian KJA ini nantinya dilakukan secara bertahap, dimana rangka dasar KJA akan dirangkai terlebih dahulu hingga selesai, dan kemudian akan dipindahkan di atas permukaan air. Bangunan yang ada di atas KJA nantinya akan di rangkai ketika rangka dasar KJA sudah mengapung di atas air. Hal ini dilakukan untuk menghindari beban yang berlebih ketika KJA dipindah letakkan dari darat ke air, sehingga resiko untuk patah menjadi lebih kecil.

Tim Riset ITS Sedang Mengecek Lokasi
Tim Riset ITS Sedang Mengecek Lokasi

Setelah selesai difabrikasi, KJA ini rencananya akan dibawa ke Teluk Sidoasri menggunakan bantuan kapal. KJA yang mampu menahan gelombang hingga 8 meter ini nantinya akan diisi oleh komoditas ikan pelagis besar, terutama tuna yang menjadi produk unggulan di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap. Diharapkan dengan adanya KJA Offshore ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir dengan mengembangkan kegiatan marineculture ikan – ikan ekonomis penting, terutama ikan tuna. Sehingga kedepannya nelayan dapat menjual ikan tuna dalam keadaan segar/hidup yang tentunya memiliki harga yang lebih tinggi di pasar internasional. (UPT P2SKP Pondokdadap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here