Kegiatan Verifikasi Laboratorium Penguji UPT. PMP2KP Surabaya Oleh Otoritas Kompeten

Kegiatan Verifikasi Rencana Monitoring Residu Nasional (RMRN) merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai Otoritas Kompeten (Official Control) dalam mengendalikan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, khususnya untuk kegiatan RMRN.

UPT.PMP2KP Surabaya merupakan salah satu Laboratorium Penguji residu antibiotik yang ditunjuk sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor : 27/KEP-DJPB/2019 tentang Laboratorium Acuan dan Laboratorium Penguji Pelaksanaan Rencana Monitoriung Residu Nasional Tahun 2019, tugas laboratorium penguji UPT. PMP2KP Surabaya adalah menguji contoh RMRN dengan parameter uji golongan A6 (Kloramfenikol, metabolit Nitrofuran-AOZ-AMOZ-AHD-SEM dan Dimetridazole), golongan B1 (Tetrasiklin dan turunannya, Sulfadiasin dan Enrofloxacine-Fluoroquinolon) dan golongan B3c (Logam berat Hg, Pb, Cd).

Oleh karena itu untuk memastikan jaminan mutu terhadap hasil pengujian maka dilakukan verifikasi sesuai dengan surat No. 424/BKIPM.4.3/TU.330/V/2019 perihal pelaksanaan verifikasi official control di Laboratorium penguji RMRN. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2019 dengan verifkator Iswadi Idris, S.Si dari BUSKIPM (Badan Uji Standarisasi Karantina Ikan dan Pengujian Mutu).

Verifikasi dilakukan terhadap semua aspek pengujian dari penerimaan contoh hingga ke Laporan Hasil Analisa (LHA). Dokumen pendukung hasil pengujian yang diperlukan diantaranya laporan hasil hasil uji, verifikasi metode untuk parameter yang diujikan, jaminan mutu hasil pengujian berupa uji profisiensi yang telah diikuti, kalibrasi alat/instrument pengujian.

Hasil verifikasi terdapat beberapa ketidaksesuaian yaitu beberapa parameter uji ada yang belum mengikuti uji profisiensi yaitu parameter Dimetridazole (DMZ), Sulfonamide dan SEM yang disebabkan belum adanya provider yang menyelenggarakan uji profisiensi tersebut. Sedangkan parameter uji yang pernah mengikuti uji profisiensi namun mendapatkan predikat diperingati dan outlier (AOZ, AMOZ, CAP) maka perlu diulang pada program berikutnya. Ketidaksesuaian selanjutnya adalah belum dilakukan kalibrasi untuk peralatan Elisa reader.

Ketidaksesuaian dilaporkan kepada Otoritas Kompeten kemudian akan dievaluasi terhadap hasil perubahan yang telah diselesaikan oleh Laboratorium penguji RMRN.(UPT. PMP2KP Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here