Produksi Ikan Ekonomis Penting Mengalami Lonjakan

Hasil produksi di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap kembali menunjukkan angka kenaikan yang tajam. Setelah pada Bulan April 2019 angka produksi ditutup pada angka sebesar 436.393 kg, kini di Bulan Mei 2019, produksi perikanan mengalami kenaikan sebesar 172% pada angka 1.187.917 kg. Adanya kenaikan yang tajam ini menandakan bahwa Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap telah memasuki awal musim ikan.

Sumber Data : Statistik Produksi PPP Pondokdadap[/caption]

Dominasi ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) tetap tidak tergeserkan di Bulan Mei 2019, dimana produksi ikan cakalang menduduki urutan pertama sebesar 401,02 ton atau sebesar 34% dari nilai produksi di Bulan April. Sementara Tuna (Thunnus sp.), maskot PPP Pondokdadap juga tidak tergantikan pada urutan kedua dengan nilai produksi sebesar 277,06 ton atau sebesar 23% dari nilai produksi. Ikan layang (Decapterus spp.) menduduki peringkat tiga dengan nilai produksi sebesar 202,18 ton atau sebesar 17%. Ikan tongkol (Auxis spp., Sarda sp., Euthynnus affinis) menduduki peringkat empat dengan nilai produksi sebesar 167,38 ton atau sebesar 14%. Sementara sisanya diisi ikan lemuru (Sardinella lemuru) dengan nilai produksi 72,89 ton (6%), ikan marlin (Istiophoridae) dengan nilai produksi sebesar 27,23 ton (2%), ikan albakor (Thunnus alalunga) dengan nilai produksi sebesar 15,77 ton (2%) dan ikan lain –lain seperti peperek, ekor merah, lemadang, salem, dan layur dengan nilai produksi total 24,39 ton (2%).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (April 2019), produksi tuna di UPT PPP Pondokdadap mengalami kenaikan hampir tiga kali lipat atau lebih tepatnya sebesar 191%, dari angka 95,12 ton di Bulan April menjadi 277,06 ton di Bulan Mei. Kenaikan ini pun diiringi oleh perubahan komposisi yang cukup drastis, dimana pada Bulan April 2019, dari 95,12ton ikan tuna yang didaratkan, sekitar 11,09 ton (12%) merupakan ikan tuna berukuran diatas 20 kg, sementara pada Bulan Mei 2019, dari 277,06 ton ikan tuna yang didaratkan, 90,78 ton (33%) diantaranya merupakan ikan tuna berukuran diatas 20 kg. Hal ini menandakan bahwa cohort ikan tuna yang ditangkap mengalami sedikit pergeseran dimana semakin banyak ikan tuna yang berukuran besar yang telah memasuki kawasan penangkapan nelayan UPT PPP Pondokdadap dan berhasil didaratkan oleh para nelayan.

Pada grafik diatas, dapat diamati bahwa secara umum terdapat peningkatan produksi yang drastis dari nilai produksi beberapa ikan ekonomis penting yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap. Selain ikan tuna, dinamika nilai produksi juga terjadi pada jenis – jenis ikan lain, seperti pada ikan cakalang yang mengalami kenaikan sebesar 151%, dimana pada Bulan April angka produksi ikan cakalang sebesar 159,90 ton menjadi 401,01 di Bulan Mei. Demikian pula kenaikan yang tajam dialami oleh ikan layang, dimana produksi ikan layang pada Bulan April sebesar 82,62 ton mengalami peningkatan sebesar 145% menjadi 202,18 ton di Bulan Mei. Ikan lemuru yang memiliki angka produksi sebesar 23,24 ton di Bulan April mengalami peningkatan produksi sebesar 214% menjadi 72,88 ton. Kemudian ikan tongkol mengalami peningkatan sebesar 359% dari angka 36,43 ton di Bulan April 2019 menjadi 167,38 ton di Bulan Mei 2019. Produksi ikan marlin juga kembali mengalami peningkatan meski tak setajam peningkatan bulan lalu, yakni sebesar 470% dari angka 4,78 ton di Bulan April 2019 menjadi 27,22 ton di Bulan Mei 2019. Kenaikan tertinggi dialami oleh ikan albakor, dimana pada Bulan April produksi ikan albakor hanya sekitar 2,5 ton, di Bulan Mei, angka ini menjadi 15,77 ton atau mengalami kenaikan sebesar 508%. Sementara itu, terdapat jenis ikan baru yang sebelumnya mengalami angka produksi yang nihil di Bulan April, seperti Ikan ekor merah dan layur yang kembali didaratkan setelah mengalami produksi nihil di Bulan April dengan nilai produksi secara berurutan sebesar 7,3 ton dan 137 kg di Bulan Mei 2019.

Beberapa jenis ikan justru mengalami penurunan nilai produksi di Bulan Mei, seperti ikan lemadang yang mengalami penurunan sebesar 79% dari angka 8,23 ton di Bulan April menjadi 1,77 ton di Bulan Mei. Sementara ikan peperek dan salem mengalami penurunan yang serupa, yakni sebesar 36%, dimana produksi ikan peperek di Bulan April sebesar 21,37 ton menjadi 13,77 ton di Bulan Mei. Sementara produksi ikan salem di Bulan April sebesar 2,07 ton menjadi 1,32 ton di Bulan Mei.(PPP Pondokdadap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here