Refresh Panelis Standar Laboratorium Organoleptik UPT. PMP2KP Surabaya

0
522

Sensory test atau uji organoleptik adalah suatu metode ilmiah yang digunakan untuk mengukur, menganalisis, dan menginterpretasikan respon terhadap suatu produk berdasarkan yang ditangkap oleh indera manusia, seperti penglihatan, penciuman, perasa dan peraba. Sensory test merupakan metode yang paling mudah untuk mengetahui kualitas mutu produk hasil perikanan, berdasarkan kenampakan, tekstur dan bau. Sensory test dapat digunakan sebagai indikasi awal untuk menentukan kualitas mutu produk hasil Perikanan.

Hasil pengujian sensory mempunyai kecenderungan penilaian yang subjektif, dikarenakan pengambilan keputusan hasil uji berdasarkan panca indera yang dimana setiap panelis berbeda-beda antara satu sama lain, oleh karena itu dalam acuan Standart Nasional Indonesia (SNI) Nomor 2346-2015 mengenai Pedoman Pengujian Sensory pada Produk Perikanan disebutkan bahwa orang yang melakukan pengujian sensory disebut dengan panelis dan harus terstandart/terlatih. Refresh panelis standar dilakukan dengan melakukan serangkaian pelatihan panca indera dalam mengenal, membedakan dan mengidentifikasi berbagai macam aroma, rasa, tekstur dan test buta warna kemudian dilanjutkan dengan uji pembedaan.

Refresh panelis standar ini bertujuan untuk membentuk panelis yang terlatih dan kompeten guna menghasilkan hasil uji sensory test yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan. Adapun metode refresh panelis standar meliputi : uji skrening rasa dasar, uji skrening aroma dasar, uji skrening persepsi warna normal dan uji pembeda.

A. Uji Skrening Rasa Dasar

Skrening Rasa Dasar dilakukan untuk mengetahui kemampuan umum merasakan rasa dasar terutama rasa asam dan pahit, sehingga panelis mampu merasakan kemunduran mutu contoh ikan dan produk perikanan. Panelis harus bisa membedakan rasa manis, gurih, asin, tawar, asam, manis dan pahit. Panelis dinyatakan lulus dalam skrining larutan standar rasa jika menjawab 80% benar.

B. Uji Skrening Aroma Dasar

Skrening Aroma Dasar dilakukan untuk mengetahui kemampuan panelis dalam menguji aroma dasar yang banyak ditemui dan mewakili bau yang sering ditemui dan juga bau yang mewakili kualitas yang biasanya terjadi pada kemunduran mutu ikan dan produk perikanan Panelis diperkenalkan dengan beberapa aroma dasar yang banyak ditemui dalam produk diantaranya bau tengik, manis/karamel, jamur, gosong, asap, rumput laut dan bau asam. Panelis dinyatakan lulus dalam skrining larutan standar rasa jika menjawab 80% benar.

C. Uji Skrening Warna Normal

Test ini digunakan untuk meyakinkan bahwa panelis tidak mengalami kebutaan warna. Panelis harus betul untuk semua pertanyaan yang diberikan.

D. Uji Pembedaan ( Uji Segitiga )

Tiga sampel (dua sampel sama, satu sampel berbeda) disajikan secara bersamaan kepada panelis terlatih atau tidak terlatih. Panelis diminta untuk mengidentifikasi sampel yang berbeda. Panelis dinyatakan lulus apabila mampu menjawab 80% benar. ( UPT. PMP2KP Surabaya )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here