Produksi Tuna Sedikit Merosot, Produksi Albakor Justru Melonjak di Bulan Juni 2019

Pondokdadap (02/05) Setelah sempat beberapa bulan mengalami kenaikan angka produksi yang tajam, di Bulan Juni 2019, produksi perikanan PPP Pondokdadap hanya mengalami kenaikan sebesar 6%. Setelah pada Bulan Mei 2019 angka produksi ditutup pada angka sebesar 1.187.917 kg, kini di Bulan Juni 2019, produksi perikanan berada pada angka 1.259.866 kg. Produksi yang stagnan ini dapat mengindikasikan bahwa saat ini PPP Pondokdadap telah memasuki musim ikan.

Dominasi ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) tetap tidak tergeserkan di Bulan Juli 2019, dimana produksi ikan cakalang menduduki urutan pertama sebesar 428,16 ton atau sebesar 34% dari nilai produksi di Bulan April. Selanjutnya posisi kedua diduduki oleh ikan layang (Decapterus spp.) dengan nlai produksi sebesar 321,44 ton atau sebesar 25%, disusul oleh ikan tongkol (Auxis spp., Sarda sp., Euthynnus affinis) pada peringkat ketiga dengan nilai produksi sebesar 249,09 ton atau sebesar 20%. Sementara Tuna (Thunnus sp.), maskot PPP Pondokdadap yang sebelumnya menduduki urutan kedua, kini harus sedikit merosot menuju urutan keempat dengan nilai produksi sebesar 133,76 ton atau sebesar 11% dari nilai produksi. Ikan albakor (Thunnus alalunga) menduduki posisi kelima dengan nilai produksi sebesar 101,26 ton atau sebesar 8%. Sementara sisanya diisi ikan ekor merah (Decapterus tabl) dengan nilai produksi 10,86 ton (1%), ikan marlin (Istiophoridae) dengan nilai produksi sebesar 7,11 ton (1%), dan ikan lain – lain seperti lemuru, peperek, lemadang, dan salem dengan nilai produksi total 8,21 ton (<1%)

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Mei 2019), produksi tuna di UPT PPP Pondokdadap mengalami penurunan sebesar 52%, dari angka 277,06 ton di Bulan Mei menjadi 133,76 ton di Bulan Juni. Namun, penurunan ini nampaknya diiringi oleh kenaikan komposisi tuna berukuran besar yang didaratkan, dimana pada Bulan Mei 2019, dari total ikan tuna yang didaratkan, sekitar 90,7 ton (33%) merupakan ikan tuna berukuran diatas 20 kg, sementara pada Bulan Juni 2019, dari total ikan tuna yang didaratkan, 50,31 ton (38%) diantaranya merupakan ikan tuna berukuran diatas 20 kg. Hal ini menandakan bahwa cohort ikan tuna yang ditangkap mengalami sedikit pergeseran dimana semakin banyak ikan tuna yang berukuran besar yang telah memasuki kawasan penangkapan nelayan UPT PPP Pondokdadap dan berhasil didaratkan oleh para nelayan.

Pada grafik diatas, dapat diamati bahwa terdapat beberapa peningkatan dan penurunan pada nilai produksi beberapa ikan ekonomis penting yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap. Selain ikan tuna, dinamika nilai produksi juga terjadi pada jenis – jenis ikan lain, seperti pada ikan cakalang yang mengalami kenaikan sebesar 7%, dimana pada Bulan Mei angka produksi ikan cakalang sebesar 401,01 ton menjadi 428,16 di Bulan Juni. Demikian pula kenaikan yang tajam dialami oleh ikan layang, dimana produksi ikan layang pada Bulan Mei sebesar 202,18 ton mengalami peningkatan sebesar 59% menjadi 321,43 ton di Bulan Juni. Ikan albakor yang memiliki angka produksi sebesar 15,77 ton di Bulan Mei mengalami peningkatan produksi sebesar 542% menjadi 101,25 ton. Kemudian ikan tongkol mengalami peningkatan sebesar 49% dari angka 167,38 ton di Bulan Mei 2019 menjadi 249,08 ton di Bulan Juni 2019. Produksi ikan ekor merah mengalami peningkatan sebesar 47% dari angka 7,37 ton di Bulan Mei 2019 menjadi 10,86 ton di Bulan Juni 2019. Kenaikan juga dialami oleh ikan layur meski produksinya dalam skala kecil, dimana pada Bulan Mei produksi ikan layur hanya sekitar 0,13 ton, di Bulan Juni, angka ini menjadi 0,23 ton atau mengalami kenaikan sebesar 65%. Sementara itu, tidak terdapat jenis ikan baru di Bulan Juni 2019.

Beberapa jenis ikan justru mengalami penurunan nilai produksi di Bulan Mei, selain ikan tuna, ikan marlin juga mengalami penurunan sebesar 74% dari angka 27,23 ton di Bulan Mei menjadi 7,11 ton di Bulan Juni. Sementara ikan lemuru dan peperek mengalami penurunan yang hamper serupa, yakni sebesar 90% dan 96% secara berurutan, dimana produksi ikan lemuru di Bulan Mei sebesar 72,89 ton menjadi 6,99 ton di Bulan Juni. Sementara produksi ikan peperek di Bulan Mei sebesar 13,78 ton hanya menjadi 0,52 ton di Bulan Juni. Ikan lemadang juga mengalami penurunan sebesar 74%, dimana produksi ikan lemadang di Bulan mei sebesar 1,77 ton menjadi 0,47 ton di Bulan Juni. Sementara ikan salem yang sempat memiliki angka produksi di Bulan Mei, tidak ditemukan mendarat di bulan Juni. (PPP Pondokdadap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here