Pentingnya Peningkatan Standar Pengemasan Mendorong Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan

0
12

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) cukup menarik perhatian bagi perekonomian negara terutama semenjak krisis ekonomi 1997. Bahkan UMKM seringkali disebut sebagai penyelamat perekonomian Indonesia di masa krisis periode 1992-2000. Modal UMKM yang dibutuhkan relatif kecil yang berhubungan dengan resiko yang diterima, begitu pula mampu mewadahi tenaga kerja yang berpendidikan rendah yang menjadi ciri khas usia produktif penduduk di wilayah pesisir dan pedesaan.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2021 mencapai 64,19 Juta dengan partisipasi terhadap produk domestic bruto (PDB) sebesar 61,97 persen atau senilai Rp. 6,8 triliun khususnya untuk Usaha Mikro Kecil perikanan berdasar Statistik P2HP DKP Prov. Jatim Tahun 2020 berjumlah 8.578 unit.

Besarkan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan serapan bagi tenaga kerja di Indonesia khususnya jawa timur, UMKM Perikanan khusus Usaha Mikro Kecil (UMK) perikanan masih mengalami tantangan dalam menghadapi kompetisi pasar global, terutama pada aspek kemasan produk. Sebagian besar UMK produk Perikanan belum memenuhi standar kemasan diperkirakan mencapai 90% dari total unit usaha. Bagi penguasa UKM, masih adanya pandangan bahwa kemasan itu mahal dan juga mengira dibutuhkan alat yang mahal. Tidak heran kiranya produk-produk yang beredar khususnya produk perikanan di pasaran tradisional bahkan retail modern dibanjiri oleh produk-produk perusahaan multinasional hingga produk-produk impor. Hal ini tentunya menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan produk UMK perikanan ditengah berlangsungnya perdagangan bebas.

Di era Global saat ini, keterbukaan ekonomi menjadi salah satu elemen penting dalam perumusan kebijakan bagi negara termasuk struktur yang ada dibawahnya, termasuk dalam area industrialisasi. Peningkatan tekanan liberalisasi telah diikuti dengan semakin meningkatnya      tingkat      kompetisi      dalam      perekonomian      global. Oleh karena itu diperlukan Upgrading dalam meningkatkan posisi, performa, menjadi faktor penting sekaligus daya saing. Hal ini tidak hanya terpusat pada inovasi akan tetapi juga dengan bagaimana membuat produk yang lebih baik, membuatnya secara lebih efisien, atau menggesernya pada proses dengan ketrampilan yang lebih tinggi, dan mampu memberikan nilai tambah pada produknya khusus produk perikanan.

Dalam upaya mendukung Upgrading tersebut maka sejak tahun 2015 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan sarana dan prasarana peralatan pengolahan produk perikanan ke Kelompok Pengolahan dan Pemasar yang didukung dengan kegiatan Pembinaan Standar Pengemasana Produk Perikanan yang telah dilaksanakan di 38 Kabupaten/Kota. Dengan bantuan hibah pengolahan Produk Perikanan dan kegiatan pembinaan Standar Pengemasana Produk Perikanan ditujukan untuk peningkatan daya saing produk perikanan melalui pendekatan kemasan. Selain itu juga meningkatkan pengetahuan UMK perikanan tentang pentingnya Pengemasan Produk Perikanan untuk peningkatan daya saing produk perikanan khsususnya dan upaya memberikan nilai tambah bagi produk UKM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here