Peluang dan Tantangan Dalam Budidaya Ikan Lele

0
2114

Dewasa ini permintaan ikan lele yang di konsumsi oleh masyarakat tebilang meningkat. Masyarakat semakin cerdas dalam memilih makanan sehat terutama bahan makanan yang berasal dari ikan. Dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa, bila di kaitkan dengan banyaknya permintaan ikan lele konsumsi, maka hal ini memberikan peluang bagi pebisnis lele.

Bisnis lele merupakan bisnis yang sederhana, karena tidak membutuhkan berbagai macam perlakuan khusus. Misalnya jika menebar benih lele dengan ukuran 3-5 cm, maka akan panen dalam waktu sekitar 2,5 bulan, tidak membutuhkan waktu lama seperti ikan lainnya. Area dan kolam untuk budi daya lele berfariasi, dilihat dari produktifitasnya. Kolam tanah dengan sungai sebagai sumber airnya, menebar 50-100 ekor per m2. Kolam beton sebagai kolam pembesaran, padat tebar bisa mencapai 250 ekor per m2. Kolam terpal, jumlah padat tebar benih 75-100 ekor per m2 yang berukuran 5-8cm, dengan kedalaman air kurang lebih 30cm. Sekarang ini, berkembang kolam berbentuk bulat, diameter 2,5m dengan dasar plastik terpal. Dengan teknologi terkini budidaya ikan lele dapat menebar hingga kepadatan 500-1000 ekor per m3, menggunakan teknologi bioflok atau dengan sentuhan probiotik agar kualitas air dapat terjaga dengan baik.

Harga ikan lele bervariasi, tergantung di wilayah mana lele dibudidayakan. Pada bulan April 2015, harga ikan lele di jawa barat berkisar Rp.15.000 – Rp.16.000 per kg size konsumsi 8-12 ekor per kg. Di Surabaya, harga ikan lele dengan ukuran yang sama Rp.13.500 – Rp.14.000. Bahkan di beberapa wilayah mendekati Rp.20.000 per kg. Biaya pokok produksi budidaya ikan lele berkisar Rp.10.000 – Rp.12.000, sehingga pembudidaya bisa memperoleh keuntungan sekitar 30%.

Dalam bisnis lele perlu di perhatikan aspek pasar yaitu pembeli lele (bakul). Bakul harus bisa bekerjasama untuk kepentingan jangka panjang. Selain bakul, pakan ikan harus diperhatikan karena kontribusi biaya mencapai 70%. Pemillihan pakan pun tak boleh sebarangan karena akan mempengaruhi pertumbuhan ikan lele.

Tantangan berikutnya adalah harga ikan yang fluktuatif. Jika pasokan barang berlimpah maka akan mempengaruhi harga pasar (cenderung harga murah), demikian sebaliknya.

Oleh karena itu, siapapun yang masuk dunia bisnis, tetap harus memiliki jiwa entrepreneur, yaitu tahan uji, penuh perhitungan, berani mengambil resiko, dan mengelola bisnis secara benar dan terencana. Jika sebuah bisnis tidak didasari dengan sistem manajemen yang bagus maka pelakunya akan sulit bertahan dan rentan pada kegagalan. Bagi pelaku bisnis lele, didepan sudah tampak jelas peluangnya semakin bagus. Jaga pikiran kita seperti gelas kosong (hanya isi separuh air) yaitu pikirkan mau menerima informasi baru, mau belajar, dan mampu melakukan perubahan. Dunia bisnis selalu ada perubahan dan kita harus siap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here