Meningkatkan Sumber Daya Ikan (SDI) di Laut Dengan Underwater Restocking

MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan dari pada restocking adalah pengkayaan sumberdaya ikan di laut territorial untuk meningkatkan populasi, penyediaan stock ikan dan pelestarian sumberdaya ikan di laut teritorial sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah laut teritorial di Jawa Timur.

KELUARAN (OUTPUT)
a). Menjamin kesinambungan usaha penangkapan ikan di laut teritorial, sehingga kontinuitas produksi dapat berlangsung secara terus menerus;
b). Mempercepat pemulhan stock/populasi ikan yang menurun;
c.) Pemulihan kondisi habitat laut teritorial.

HASIL (OUTCOME)
a). Meningkatkan produksi ikan di laut teritorial Provinsi Jawa Timur;
b). Meningkatkan konsumsi makan ikan/kapita/tahun;
c). Memperluas kesempatan/lapangan kerja dan membuka peluang usaha baru.

DAMPAK (IMPACT)
a). Menjaga kelestarian sumberdaya ikan dan lingkungan/ekosistem di laut teritorial;
b). Meningkatkan pendapatan nelayan.

PENENTUAN LOKASI RESTOCKING/PENEBARAN IKAN

Penentuan lokasi sedapat mungkin didasarkan pada informasi ilmiah. Informasi ilmiah tersebut dapat bersumber dari tulisan ilmiah dan/atau pendapat ahli. Penentuan lokasi juga harus dilakukan dengan mempertimbangkan pendapat masyarakat, terutama dalam kondisi keterbatasan informasi ilmiah.

Lokasi penebaran benih ikan harus mengikuti kriteria sebagai berikut :

a). Secara ekologis lokasi penebaran benih ikan haruslah memiliki kondisi habitat yang masih bagus untuk mendukung agar benih yang ditebar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, namun ditengarai stok ikan diperairan tersebut telah mengalami penurunan;

b). Secara teknis, lokasi penebaran benih ikan berada di kawasan konservasi/suaka perikanan, atau dapat berada di luar kawasan konservasi yang merupakan lokasi penempatan rumah ikan atau merupakan daerah asuhan. Selain itu, lokasi penebaran harus dekat dengan sumber benih atau panti benih untuk memudahkan dalam transportasi;

c). Secara sosial-ekonomis, lokasi penebaran ikan tidak jauh dari sentra pemukiman nelayan sehingga memudahkan dalam pemantauan, pengawasan dan pemanfaatan oleh masyarakat nelayan. Selain itu, dengan meningkatnya kelimpahan ikan di sekitar lokasi penebaran benih ikan pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tangkapan nelayan di perairan tersebut.

Penebaran ikan didasar laut (underwater restocking)
Penebaran ikan didasar laut (underwater restocking)

PENEBARAN

1. WAKTU PENEBARAN
Waktu penebaran ikan sangat mempengaruhi keberhasilan kegiatan pengkayaan sumberdaya ikan. Waktu yang sesuai untuk penebaran adalah pada saat volume air di perairan lokasi pengkayaan sumberdaya ikan sudah mulai tinggi dan kondisi suhu relatif rendah.

Benih ikan dilepaskan dari kantong secara perlahan, waktu pelepasan benih ikan dari kantong diusahakan pada pagi atau sore hari.

2. TEKNIK PENEBARAN
Mekanisme penebaran benih pada lokasi pengkayaan sumberdaya ikan pada prinsipnya untuk memperkecil resiko mortalitas benih yang ditebar, baik sebagai akibat predasi oleh predator atau akibat kompetisi. Mekanisme penebaran benih ikan diperairan lokasi pengkayaan sumberdaya ikan dapat dilakukan dengan menggunakan alternatif sebagai berikut :
a. Tebar spot
Penebaran seluruh benih ikan di satu titik di kawasan perairan pengkayaan sumberdaya ikan. Mekanisme ini dilakukan untuk sungai atau perairan yang tidak terlalu luas.

b. Tebar scatter
Penebaran benih ikan di lebih dari satu titik di kawasan perairan pengkayaan sumberdaya ikan. Mekanisme ini dilakukan untuk perairan yang cukup luas.

c. Tebar trickle
Penebaran benih ikan yang dilakukan beberapa kali dalam periode waktu tertentu di kawasan perairan lokasi pengkayaan sumberdaya ikan yang sama. Mekanisme ini dilakukan untuk perairan yang luas dan sifat perairannya tidak banyak berbeda dari waktu ke waktu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here