Lemahnya permintaan udang sebagai penyebab menurunnya harga udang di AS

Para pedagang di AS menyampaikan adanya penurunan harga udang vannamei yang diwarnai tidak ada peningkatan konsumsi, seorang sumber mengatakan kepada Portal berita setempat.

Produksi pada tahun 2015 sangat tinggi, namun penyebab utama lemahnya harga udang adalah permintaan, menurut beberapa pelaku sektor udang dunia. “Rendahnya harga 80% disebabkan oleh melemahnya permintaan dan 20% karena kelebihan pasokan. Pada tahun-tahun sebelumnya, bahkan ketika harga berada pada posisi sangat rendah, AS tetap mengadakan pembelian”, kata seorang pelaku pemasok udang terbesar di Asia, yang tidak ingin disebut namanya, sumber A. Penyebab utama adalah “100% karena pemintaan”, ungkap Marc Nussbaum, presiden Spesialis Pemasaran Internasional ungkap Marc Nussbaum, presiden Spesialis Pemasaran Internasional, importer AS. “Banyak yang menunggu dan beberapa masih memiliki banyak udang, namun tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Jika memesan di Indonesia saat ini tidak akan ada pengiriman hingga akhir Agustus, sehingga hanya  mendapatkan di bulan Oktober, “katanya kepada Portal berita setempat. “Sebagian besar pembelian untuk persiapan Natal akan terpenuhi dalam beberapa minggu ke depan atau setelah Ramadan,” jelas Nussbaum, meningkatkan harga tampaknya bukan ide yang baik, untuk saat ini. Ramadhan selesai pada 17 Juli. Harga di Ekuador, India dan negara-negara Asia lainnya masih sangat rendah. Pada saat yang sama, harga grosir AS yang stagnan pada posisi yang rendah. Harga grosir untuk produk beku di New York, yang diperoleh oleh US National Marine Fisheries Service, untuk vannamei Indonesia, mudah-kupas, tanpa kepala, berkulit, 41/50 per pon senilai $ 3,95 per pon untuk minggu ke-30, sama seperti minggu ke-25 .Menilik kembali ke waktu yang sama pada tahun 2014, harga senilai $ 5,15 / lb.

Grafik permintaan udang
Grafik permintaan udang

Belum ada ‘pembelian jumlah besar’
Importir AS diketahui memiliki persediaan besar untuk udang dan menunda “pembelian jumlah besar”, yangn biasanya dilakukan pada bulan Juni atau Juli. Kabar baik dari bursa saham AS dapat dilihat pada penurunan impor di bulan Mei. Impor bulan Januari – Mei naik 6.92% dibanding tahun sebelumnya, menjadi 219.878 metrik ton. Meskipun, menilik pada bulan Mei secara terpisah, impor turun 3,2% dibanding tahun sebelumnya, menjadi 39,562 ton. “Hal ini disebabkan oleh permintaan. Para retailer belum menurunkan harga hingga di tingkat konsumen akhir, juga tidak mengharapkan hal serupa terjadi hingga musim liburan tiba, “ungkap seorang pelaku importir AS, yang tidak ingin disebut namanya, sumber B.” Nampaknya tidak akan ada kenaikan harga secara signifikan sampai kuartal 4 tahun 2015 dan seterusnya, “imbuhnya kepada Portal berita setempat. “Masalahnya adalah benar-benar dari kurangnya permintaan,” kata Jim Gulkin, Direktur Manajer Siam Canadian Group,pemasok seafood beku, Bangkok, Thailand. Para pengecer, ungkap Gulkin, bahkan tidak mencoba untuk meningkatkan volume. Mereka hanya ingin meningkatkan margin dan tidak keberatan jika penjualan mereka berkuarang, katanya kepada Portal berita setempat. Gambaran ekonomi yang lebih luas juga menjadi perhatian.”Dengan situasi mengkhawatirkan yang sedang berkembang di bursa efek Cina dan perekonomian secara umum serta situasi di Yunani, itu tidak terlihat seperti akan lebih baik dalam waktu dekat,” katanya. Pembelian di Eropa dan Jepang juga lesu, karena sebagian besar terpengaruh lonjakan Dollar dibandingkan dengan Euro dan Yen. “Meskipun belum resmi, namun Kanada sekarang disebut-sebut mengalami kondisi penurunan. Masalah ekonomi ini juga bisa memiliki pengaruh besar dan memperlambat pemulihan AS, ” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here