DESIR KIDUNG LAUT Yang Mempesona (Setiap Desa Pesisir Memiliki Kawasan Lindung Laut)

Kidung Laut merupakan akronim dari Kawasan Lindung Laut yang divisualkan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur sejak akhir tahun 2015. Senyatanya, upaya-upaya untuk membentuk Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) di Jawa Timur telah lama dilakukan, namun istilah Kidung Laut sudah tidak asing lagi setelah Dr. Heru Tjahjono, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur mengungkapkan dalam berbagai kesempatan melalui  Bidang Kelautan, Pesisir dan Pengawasan.

Kidung laut merupakan sebuah kawasan di pesisir maupun laut yang dibentuk dan dilindungi oleh masyarakat lokal atau tradisional dari eksploitasi yang tidak ramah lingkungan, atau perusakan yang diakibatkan oleh aktifitas manusia yang tidak bertanggung jawab untuk :
1. Menjaga kelestarian Ekosistem Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil;
2. Melindungi alur migrasi ikan dan biota laut lain;
3. Melindungi habitat biota laut; dan
4. Melindungi situs budaya tradisional.

Kidung Clungup mangrove conservation
Kidung Clungup mangrove conservation

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur telah mempersiapkan 30 Kidung Laut untuk dipetakan dan ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur melalui Keputusan Gubernur, dan dari 30 kawasan ini, 17 kawasan diantaranya akan di tandai. Ketigapuluh Kidung Laut ini merupakan cikal-bakal kawasan konservasi laut daerah yang nantinya akan diajukan ke Menteri Kelautan dan Perikanan untuk ditetapkan.

Setiap Kidung Laut dijaga dan dikelola oleh masyarakat lokal atau tradisional dalam rangka meningkatkan kesadaran pelestarian lingkungan, dan menjamin kelangsungan mata pencarian mereka. Masyarakat lokal atau tradisional tersebut berada dalam wadah kelembagaan yang bernama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan ditetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas yang membidangi Perikanan dan Kelautan di Kabupaten/Kota. (kpp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here