Kelola dan Awasi Laut Jawa Timur Untuk Rakyat dan Anak Cucu

Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perikanan dan Kelautan, adalah mengoptimalkan fungsi laut agar kesejahterakan rakyat Jawa Timur yang berkelanjutan. Cita-cita besar itu diterjemahkan dalam strategi program kerja:  Punggawa Laut Jatim, Desir Kidung Laut, dan Aksi Pagar Lautan”

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Tjahjono, mengungkapkan, bahwa Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur (Diskanla Jatim) adalah ujung tombak pengelola dan pelindung laut di Jawa Timur.

“Melalui Bidang Kelautan, Pesisir dan Pengawasan khususnya untuk melestarikan dan mengawasi laut Jawa Timur,” tegas Heru Tjahjono. Strategi pertama adalah Punggawa Laut Jatim (Pranata Ruang Gugus Wilayah Laut Jatim). Strategi kedua Desir Kidung Laut (Setiap Desa Pesisir Punya Kawasan Lindung Laut). Dan strategi ketiga, adalah Aksi Pagar Lautan (Aktualisasi Operasi Pengawasan/Penindakan Pelanggaran Laut dan Perikanan).

“Bidang KPP telah melakukan pembinaan sekaligus pemberdayaan kepada masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di seluruh Jawa Timur. Hal itu kami lakukan dalam rangka mewujudkan tema besar “Laut Jawa Timur untuk Rakyat dan Anak Cucu,” Ungkap Rozaq.

Tindak Tegas Perusak Laut
Sebagai bagian dari upaya perlindungan dan penjagaan laut, keberadaan Kelompok Masyarakat Pengawas Tengah (Pokmaswas) berhasil menjadi tonggak kepedulian masyarakat pesisir untuk mengawasi dan mengelola wilayahnya. Pokmaswas ini bertugas menjaga dan mengawasi semua bentuk pelanggaran di laut dan pesisir.

Untuk membentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur juga menggandeng Kepolisian dan TNI-AL. “Kami juga membentuk Pos Keamanan Laut Terpadu (Poskamladu) yang tersebar di 15 wilayah di Jawa Timur.

Awali Dari Diri Sendiri
Ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan sebagai upaya mendukung perlindungan laut, dan upaya tersebut haruslah diawali dari diri kita sendiri. Lantas, bagaimanakah caranya?

Ada orang yang sudah sadar dengan ikut kegiatan menanam mangrove, mengikuti kegiatan transplantasi terumbu karang, dan lainnya. Cara menjaga lautan memang harus dari diri sendiri. Kita harus punya etika baik dari diri sendiri, misalnya jangan buang sampah di laut, kita ikut memperbaiki laut, menikmati keindahannya bersama masyarakat yang sudah mandiri, atau ikut menanam mangrove seperti tadi.” (kpp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here