Meningkatnya Nelayan Andon

Meningkatnya nelayan andon dikarenakan di kawasan pesisir Selatan Jawa Timur selama musim ikan layur yang berlangsung sejak dua – tiga bulan terakhir (mulai maret 2016). Nelayan Andon dimaksud menggunakan kapal Jukung (1 – 4 GT) yang berasal dari daerah Pangandaran, Pelabuhan Ratu, dan Ujung Genteng yang berjumlah ± 200 kapal / perahu Jukung. Nelayan Andon tersebut tidak hanya singgah, tetapi menetap sementara (homebase), melakukan aktifitas bongkar muat ikan layur hasil tangkapan mereka di pelabuhan-pelabuhan tujuan termasuk di pesisir  teluk pacitan terutama di Pelabuhan Perikanan Tamperan Pacitan.

Hasil tangkapan ikan layur (putih) nelayan di UPT PP. Tamperan
Hasil tangkapan ikan layur (putih) nelayan di UPT PP. Tamperan

“Peningkatan jumlah kapal nelayan pendatang (andon) juga terjadi di pelabuhan besar seperti PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara) Prigi di Watulimo (Trenggalek), Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Popoh (Tulungagung) maupun di Pelabuhan Tamperan (Pacitan),” kata Nurdin Toha, Pengawas Perikanan Satker di Pelabuhan Perikanan Tamperan.

“Di Tamperan saja jumlah kapalnya mencapai 200 lebih. Jukung Andon ada ± 190 kapal dan Handline ± sekitar 21 kapal yang berburu layur tiap harinya. Itu belum di Popoh, Prigi, Tambak (di Blitar) maupun pelabuhan-pelabuhan kecil lain. Jumlahya bisa ribuan,” tutur Kasie. Jasa Kepelabuhanan Pelabuhan Perikanan Tamperan Pacitan, Bpk. Choirul Huda.

Ikan Layur merupakan ikan yang nilai Ekonomisnya cukup Tinggi (sekitar Rp. 43.000-47.000/ Kg untuk harga di tingkat Pabrik Pengolahannya), selama 3 bulan ini di pesisir Selatan Jawa meningkat tajam untuk produksinya. Produksi ikan layur yang dapat di hasilkan oleh nelayan di Pesisir Pacitan ± 50 ton perhari.

Acara konsolidasi dengan para instansi, stakehoder dan pihak yang terkait dalam pengaturan musim layur di PP. Tamperan - Pacitan
Acara konsolidasi dengan para instansi, stakehoder dan pihak yang terkait dalam pengaturan musim layur di PP. Tamperan – Pacitan

Dalam pengaturan tempat singgah dan tambat labuh kapal andon, maka UPT. Pelabuhan Perikanan Tamperan Pacitan sebagai Pengelola Pelabuhan berusaha melakukan konsolidasi dengan pihak dan stakeholder terkait untuk mengatur para nelayan andon pada musim layur tahun ini. Hal ini dilakukan agar selama musim layur saat ini suasana tetap terjaga dengan baik, aman, kondusif dan menghindarkan adanya konflik antar nelayan khususnya antara nelayan lokal dengan nelayan Andon. (pptamperan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here