Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Mayangan Bebas Formalin

Formalin  merupakan  bahan  kimia  yang  biasa  dipakai untuk membasmi bakteri atau berfungsi sebagai disinfektan. Zat ini termasuk dalam golongan kelompok desinfektan kuat, dapat membasmi  berbagai  jenis  bakteri  pembusuk,  penyakit, cendawan atau kapang, disamping itu juga dapat mengeraskan jaringan tubuh setiap  hari.  Peraturan  Menteri  Kesehatan  sudah  menyatakan  bahwa  formalin merupakan bahan tambahan makanan terlarang, ternyata pada kenyataannya masih banyak para  pedagang/produsen  makanan  yang  “nakal”  tetap menggunakan  zat  berbahaya  ini.  Formalin  digunakan  sebagai  pengawet  makanan,  selain  itu  zat  ini  juga  bisa  meningkatkan tekstur  kekenyalan  produk  pangan  sehingga  tampilannya  lebih  menarik  (walaupun  kadang bau  khas  makanan  itu  sendiri  menjadi  berubah  karena  formalin).  Makanan  yang  rawan dicampur  bahan  berbahaya  ini  biasanya  seperti  bahan  makanan  basah  seperti  ikan,  mie, tahu hingga jajanan anak di sekolah.

Pengujian formalin
Pengujian formalin

Sebagai salah satu tugas pokok dan fungsi pelabuhan perikanan sebagai lokasi pembinaan mutu hasil perikanan, di UPT Pelabuhan Perikanan Mayangan  dilakukan pengujian formalin pada ikan hasil tangkapan nelayan. Pengujian dilakukan secara acak dengan langsung mengambil sampel ikan hasil tangkapan langsung dari palka kapal untuk dibawa ke laboratorium yang terdapat di kantor pelabuhan. Formalin yang digunakan dalam ikan berbentuk cairan yang dibasuh ke seluruh tubuh ikan akan terlihat selalu tampak segar dan bertahan berhari-hari bahkan berbulan-bulan.

Cara mengisolasi formalin dari makanan (misalkan ikan) dapat dilakukan dengan mengekstrak makanan menggunakan pelarut H2O pada suhu ruangan. Analisis formalin bisa dilakukan dengan metode enzimatis secara fluorimetri, HPLC, GC dan spektrofotometri. Dari kesemuanya yang sering digunakan, yakni metode spektrofotometri (karena mudah dan murah) dengan mereaksikan formalin dengan alkanon dalam media garam asetat sehingga terbentuk senyawa kompleks berwarna kuning.

Hasil pengujian formalin
Hasil pengujian formalin

Uji yang sering dilakukan dengan cara rapid test kit, yaitu test kit yang dikeluarkan oleh MERCK. Tes kit ini menggunakan prinsip uji dengan metode kolorimetri. Kolorimetri adalah suatu metoda analisis kimia yang didasarkan pada tercapainya kesamaan warna antara larutan sampel dan larutan standar, dengan menggunakan sumber cahaya polikromatis dengan detektor mata. Metode ini adalah cara yang sederhana, mudah dan cepat bagian dari uji spektrofotometri, karena pembacaan hasil hanya dilakukan dengan mata. Cara analisis ini menunjukkan  bahwa tua atau mudanya suatu warna larutan zat atau senyawa tergantung pada kepekatannya. Jadi warna yang dihasilkan jika bahan sampel mengandung formalin akan berwarna ungu. Semakin ungu warna yang dihasilkan, maka semakin pekat formalin yang ada dalam bahan tersebut. (ppmayangan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here