Identifikasi Penggunaan Alat Penangkapan Benih Lobster (BL) Di Kabupaten Trenggalek Dan Tulungagung

0
527

Undang lobster merupakan komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik untuk dikonsumsi maupun benihnya yang lagi marak dilakukan penangkapan diwilayah perairan selatan Jawa Timur/Samudera Hindia.  nelayan melalukan penangkapan benih lobster karena harganya yang mahal serta untuk mendapatkannya tidak membutuhkan biaya operasional yang tinngi serta resiko keselamatannya juga rendah tidak seperti melakukan penangkapan ikan yang sampai beberapa mil laut yang tentunya membutuhkan biaya operasional (BBM) yang cukup tinggi serta resikonya juga tinggi.

Dengan maraknya usaha penangkapan benih lobster tersebut maka untuk mengendalikannya, Dinas Perikanan dan Kelautan telah mengambil tindakan dengan berkoordinasi dengan dinas terkait maupun aparat penagak hukum dengan mengambil langkan bahwa nelayan penangkap benih lobster diberikan masa tenggang waktu selama satu bulan untuk memusnahkan sendiri alat tangkapnya dan pada pertengahan bulan akan dilakukan indentifikasi apakah masyarakat masih melakukan kegiatan penangkapan atau alat tangkapnya apakan sudah dimusnahkan dengan sendirinya.

Menindaklanjuti hal tersebut Dinas Perikanan dan Kelautan telah mengadakan identifikasi penggunaan alat penangkapan benih lobster dengan bertemu langsung dengan nelayan,  antara lain di wilayah Kabupaten Trenggalek yaitu di  TPI Blado Desa Masaran Kecamatan Munjungan, Dusun Joketro Desa Nglebeng Kecamatan Panggul, Dusun Karanggongso Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo. Disamping itu juga telah dilakukan di wilayah Kabupaten Tulungagung yaitu di perairan Popoh, perairan Sidem, Perairan Nglarap, perairan Klatak, Desa Besole Kecamatan Besuki, Dusun Sinae Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir, Dusun Brumbun Desa Ngrejo Kecamatan Tanggunggunung.

Selama melakukan kegiatan identifikasi diperoleh suatu kesimpulan bahwa bahwa nelayan masih melakukan penangkapan benih lobster dikarenakan masih adanya pembeli/pengepul di masing-masing daerah, maka untuk menghentikan penangkapan benih lobster tersebut  pengepul harus ditiadakan sehingga masyarakat tidak akan mencari/menangkap benur karena sudah tidak ada pembelinya. (bidangkpp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here