Sosialisasi Hama dan Penyakit Ikan (HPI) Serta Pelayanan Pengujian Lapang di Kabupaten Pasuruan

0
643

Sosialisasi HPI dan Pelayanan Pengujian Lapang  dikemas dalam 2 (dua) kegiatan yaitu penyampaian materi tentang Pengenalan Jenis-jenis Penyakit  yang Menyerang Pada Budidaya Udang dan Cara Penanggulangannya serta pengujian sampel air dan udang milik beberapa orang peserta.  Sosialisasi ini dihadiri dari kelompok pembudidaya udang intensif dan tradisional dan para petugas penyuluh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasuruan. Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di kediaman H. Ilyas di Kecamatan Jarangan Kabupaten Pasuruan.

Pelayanan pengujian sampel  langsung di lokasi budidaya bertujuan untuk menunjukkan kepada pembudidaya akan keberadaan laboratorium dan peran pentingnya dalam melakukan pengujian sehingga hasilnya dapat digunakan untuk melakukan tindakan lebih lanjut.

Parameter penting yang mudah berubah sehingga perlu dilakukan pengukuran setiap hari adalah dissolve oxygen (DO / oksigen terlarut), pH, salinitas, suhu serta parameter penting lainnya yang setiap 7 – 10 hari sekali dilakukan pengukuran yaitu kandungan amoniak (NH3), nitrit (NO2) dan sulfid (H2S). Sedangkan beberapa jenis patogen virus yang sering menyerang pada budidaya udang adalah White Spot Syndrome Virus (WSSV), Taura Syndrome Virus (TSV) dan Infectius Myonecrosis Virus (IMNV).

Kualitas tanah optimal untuk budidaya dasar tambak ( Direktorat Pembudidayaan, 2003)

Parameter Kisaran optimal
pH 6.0-8.0
Bahan Organik (%) < 9
Redoks potensial (m.V) >250
Ammonia (mg/L) 0.03-0.05
H2S (mg/L) 0.05-0.10
Phosphat (mg/L) 0.30-0.50
Tekstur (fraksi) Liat 60-70%, pasir 30-40%

 

Parameter kualitas air untuk budidaya udang :

Parameter Kisaran Optimal
Suhu Air 28-32 oC
DO 5.0-9.0 ppm
CO2 < 20 ppm
pH 7.0-8.3
Salinitas 0.5-35 ppt
Clorida > 300 ppm
Natrium > 200 ppm
Kesadahan Total > 150 ppm
Kesadahan Ca > 100 ppm
Kesadahan Mg > 50 ppm
Alkalinitas Total > 100 ppm
Unionisasi ammonia < 0.03 ppm
Nitrit < 1 ppm
Nitrat < 60 ppm
Besi Total < 1.0 ppm
H2S < 2 ppb
Clorin (Cl) < 10 ppb
Cadmium (Cd) < 10 ppb
Chromium (Cr) < 100 ppb
Tembaga (Cu) < 25 ppb
Timbal (Pb) < 100 ppb
Air raksa/Merkuri (Hg) < 0.1 ppb
Seng (Zn) < 100 ppb

 

Hasil pengukuran kualitas air dan jenis patogen pada sampel air diambil dari tambak milik  H. Ilyas dan Nur Kholis adalah sebagaimana disajikan pada tabel dibawah ini :

NO. PARAMETER SATUAN HASIL PENGUKURAN NILAI AMBANG BATAS
H. ILYAS NUR KHOLIS
TAMBAK 1 TAMBAK 2 TAMBAK 1 TAMBAK 2
1. pH 8 7,92 8,6 8,43 7,0 – 8,3
2. DO mg/L 6,78 4,36 3,38 4,76 5,0 – 9,0
3. Salinitas ppt 25 28 25 4 0,5 – 35
4. NH3 mg/L 0,3 0 0 0,33 ? 0,03
5. NO2 mg/L 0,614 0,060 0,060 0,068 ? 1
6. Fe mg/L 0,35 0,21 0,21 0,13 ? 1,0
7. WSSV negatif negatif negatif negatif Negatif
8. TSV negatif negatif negatif negatif Negatif

 

Dari hasil pengukuran diatas dapat dilihat bahwa pada Tambak 2 milik H Ilyas dan Tambak 2 milik Nur kholis kandungan DO dalam air kurang dari Nilai Ambang Batas, dalam budidaya udang hal ini dapat mengakibatkan udang menjadi stres dan mati. Selain itu pada Tambak 1 milik H Ilyas dan Tambak 2 milik Nur kholis kandungan NH3 (amonia) juga melebihi nilai ambang batas normal.

Masing-masing parameter secara langsung berpengaruh terhadap organisme perairan, organisme perairan membutuhkan tingkat keasaman tertentu dan perubahan pH air secara fluktuatif menimbulkan gangguan fisiologis. pH juga dapat mempengaruhi parameter lain seperti kandungan ammonia ( NH3) dalam air. Oksigen terlarut ( DO ) dianggap sangat penting karena dapat menentukan hidup matinya organisme air. Salinitas merupakan jumlah garam yang terlarut atau konsentrasi ion-ion dalam air. Amonia ( NH3 ) merupakan senyawa yang beracun bagi organisme meskipun pada kadar yang relative rendah. Sumber utama senyawa ini adalah ekskresi organisme. Kadar protein yang tinggi pada pakan sangat mendukung akumulasi organik-N di perairan, yang selanjutnya akan menjadi ammonia. Kandungan NO2 pada air dipengaruhi oleh kandungan NH3 apabila nilai NH3 tinggi maka nilai NO2 juga akan tinggi.

Selain uji kandungan air sebagai media budidaya, yang perlu diketahui adalah penyakit. Penyakit sebagai salah satu sumber  kegagalan dalam budidaya udang. Penyakit bisa disebabkan oleh patogen dan non patogen ( lingkungan, genetik atau mal nutrisi ). Penyakit yang disebabkan oleh patogen berasal dari bakteri, parasit atau virus. Tingkat penyerangan yang paling cepat adalah yang disebabkan oleh virus dengan tingkat kematian yang cepat dan tinggi. Untuk itu diperlukan suatu uji deteksi yang cepat pula, salah satunya dengan uji PCR ( Polimerase Chain Reaction ). Selain cepat PCR juga mampu mendeteksi pada udang di usia dini (mulai dari Naupli  sampai pada udang ukuran dewasa). Seperti virus WSSV, virus tersebut yang paling sering ditemukan sepanjang tahun bahkan tingkat kematiannya sampai 100% dalam waktu yang singkat (seminggu).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here