Perkembangan Impor Produk Perikanan Jawa Timur

0
2067

Provinsi Jawa Timur memiliki potensi Perikanan Budidaya dan Tangkap yang cukup besar pada tahun 2015 dengan jumlah produksi Perikanan Budidaya mencapai 1.093.121,5 ton sedangkan Perikanan Tangkap mencapai 399.867,4 ton. Sedangkan jumlah Unit Pengolah Ikan menengah sampai besar mencapai 180 dengan jumlah eskpor melebihi 200 ribu ton per tahun. Dalam pemenuhan konsumsi masyarakat di Jawa Timur yang rata-rata mencapai 30 kg/kapita/tahun, stok bahan baku ikan tersebut masih dapat dikatakan mencukupi. Namun, menurut hasil survey Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, terdapat beberapa unit pengolah ikan yang kapasitas produksinya menurun hampir 40%. Hal ini dikarenakan ketersediaan pasokan bahan baku ikan untuk industri mengalami penurunan.

Seiring dengan adanya kebijakan mengimpor komoditas perikanan yang diatur oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kelautan Perikanan Republik Indonesia, maka beberapa perusahaan yang telah memiliki Angka Pengenall Impor (API) dapat meminta rekomendasi untuk penerbitan ijin impor sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Rekomendasi ijin impor dikeluarkan oleh Dinas Provinsi yang berwenang di Bidang Perikanan, sedangkan ijin impor diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Realisasi impor komoditas perikanan dari tahun 2013-2016 telah mengalami penurunan rata-rata 20% tiap tahunnya. Seperti dalam grafik dan tabel di bawah ini :

Grafik perkembangan impor produk perikanan
Grafik perkembangan impor produk perikanan

Komoditas perikanan yang di ijinkan di impor bertujuan untuk di ekspor kembali sehingga menghasilkan nilai tambah.

Tabel kebutuhan ikan
Tabel kebutuhan ikan

(Sumber : BKIPM KKP)

Berdasarkan tabel di atas bahwa kebutuhan ika terbesar selama 4 tahun ada pada ikan Sarden untuk proses pengalengan yang mencapai 73.963,66 ton dengan pertumbuhan impor yang terus turun tiap tahun. Urutan kedua ada pada ikan Mackarel/Salem yang di impor untuk kebutuhan ikan proses pemindangan yang di ikuti impor Tuna, Kepiting dan Salmon.

Pemertintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, selalu berupaya dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku produk perikanan. Berbagai macam program aplikatif telah dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi dan produktifitas komoditas perikanan. Misalnya, memulihkan stok sumber daya ikan di laut teritorial dengan membangun Rumah Ikan dan Underwater Restocking, Revitalisasi sejumlah Pelabuhan Perikanan, Pembenahan Armada dan Alat TAngkap Ikan yang digunakan nelayan, Revitalisasi Tambak, Pengembangan Budidaya Ikan di Laut dan Pengendalian Jaminan Mutu terhadap produk yang beredar di Jawa Timur. Selain itu Pengawasan Tindak Pidana dalam hal kegiatan IUU Fishing juga akan selalu dilakukan, bekerja sama dengan Polair, TNI-AL dan Kelompok Pengawas Perikanan. Harapannya agar nantinya Provins Jawa Timur dapat menghasilkan Produk Kelautan dan Perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan. (bidangkp3k)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here