Sosialisasi Peraturan Daerah No. 03 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Dan Pemberdayaan Nelayan Di Jawa Timur

0
1614

Pengelolaan Sumberdaya ikan merupakan pengaturan pemanfaatan sumberdaya ikan diantara alat tangkap, kapal, manusia, teknologi dan potensi sumberdaya ikan, oleh karena itu keseimbangan pemanfaatan untuk keberlanjutan usaha perlu diatur dan diimplementasikan secara bijaksana. Berdasarkan keputusan menteri kelautan dan perikanan nomor 45 tahun 2011 tentang Estimasi Potensi Sumberdaya Ikan di WPP-NRI, menunjukkan mayoritas tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan yang sudah melampaui kaidah kelestarian.

Pengaturan secara nasional dimaksud telah tertuang dalam Undang-Undang no, 7 tahun 2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam dan sedangkan di Jawa Timur melalui inisiasi Komisi B DPRD telah diterbitkan Perda No 3 tahun 2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan.

Ada dua koridor yang termuat dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 3 Tahun 2016 adalah mendorong terlindunginya proses usaha sebagai nelayan secara kontinyu mendapatkan mata pencaharian serta memberikan kemampuan dan peningkatan kualitas usahanya melalui pemberdayaan bimbingan teknis dan permodalan usaha, sehingga dengan 2  koridor tersebut dapat meningkatkan tarap  hidup nelayan melalui perlindungan usaha dan berdaya dalam meningkatkan produksi  dan produktivitas usahanya.

Oleh karenanya Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan sosialisasi perda no 3 tahun 2016 tentang perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan yang diselenggarakan di Hotel Swiss Bellin Tunjungan Surabaya dengan tema “Dengan Melindungi Dan Memberdayakan Nelayan Dalam Usaha Penangkapan Ikan, untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Nelayan“ agar seluruh stakeholder memahami isi yang tertuang didalam Perda dan masing-masing stakeholder dapat mengambil  peran sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman atas materi yang tertuang dalam Peraturan Daerah No 3 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan bagi stakeholder di Jawa Timur dan mendapatkan masukan yang digunakan untuk  bahan implementasi atas tersusunnya Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan. Selain itu pertemuan ini dapat memberikan bahan penentuan sikap dan peran dari masing-masing stakeholder dalam implementasi perda  perlindungan dan pemberdayaan nelayan dan mendapatkan bahan penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pelaksanaan Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan di Jawa Timur.

Pertanyaan Peserta dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pamekasan
Pertanyaan Peserta dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pamekasan

Narasumber / pemaparan terdiri dari Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Dekan Fakultas Hukum Universitas Narotama – Surabaya, Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Jalan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi dan UMK Provinsi Jawa Timur, DPD HNSI Provinsi Jawa Timur, Dinas Perikanan dan Kelautan provinsi Jawa Timur. Sedangkan jumlah peserta pertemuan meliputi Biro Sumberdaya Alam dan Biro Hukum Setda Prov. Jatim, Bapeprop Jawa Timur, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten/Kota se Jawa Timur, Kepala PPN Prigi dan Brondong, Kepala UPT Pelabuhan Perikanan se Jawa Timur, Perwakila Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPD dan DPC HNSI) Jawa Timur, Ditpolair Jatim, TNI-AL, Kantor Kesyahbandaran di Jawa Timur, Akademisi perikanan dan Dekin  Jawa  Timur.

Sasaran yang ingin dicapai dalam pertemuan ini adalah seluruh stakeholder mendapatkan pemahaman atas materi yang ada dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 3 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, seluruh stakeholder memahami hak dan kewajiban atas penetapan Perda no. 3 tahun 2016, sehingga dalam mengimplementasikannya dapat berjalan dengan optimal, terkelolanya  sumberdaya ikan secara bijak atas terlidunginya nelayan dalam memanfaatkan dan mengelola sumberdaya ikan serta meningkatkan kualitas usahanya melalui  pemberdayaan nelayan. (bidangtangkap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here