Uji Multi Lokasi Ikan Nila Jatimbulan Ke Provinsi Sulawesi Selatan Dari Provinsi Sumatera Selatan

0
840

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Budidaya Air Tawar (UPT PBAT) Umbulan telah merilis ikan Nila Jatimbulan pada tahun 2008. Untuk lebih mengenalkan ikan Nila Jatimbulan ke daerah lain, maka dilakukan kegiatan kunjungan serta sosialisasi tentang Nila Jatimbulan ke Provinsi lain. Pada tahun 2016 kegiatan pengenalan ikan Nila Jatimbulan ke daerah lain telah dilakukan di Provinsi Bengkulu, hal ini biasa disebut dengan kegiatan Uji Multi Lokasi. Pada tahun 2017 direncanakan kegiatan Uji Multi Lokasi ikan Nila Jatimbulan dilakukan di Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sumatera Selatan.

Dipilihnya Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sumatera Selatan karena masih memiliki potensi lahan yang luas dan pembudidaya yang kompeten. Di Provinsi Sulawesi Selatan produksi ikan Nila mencapai 6,939 ton, untuk Provinsi Sumatera Selatan produksi ikan Nila sebanyak 196,785 ton. Dari data diatas bisa diambil kesimpulan bahwa diprovinsi Sulawesi Selatan sangat berpotensi untuk dikembangkannya ikan Nila Jatimbulan, sedangkan untuk di Provinsi Sumatera Selatan ikan Nila Jatimbulan bisa dijadikan Komoditas unggulan untuk menambah produksi ikan per tahunnya, karena ikan Nila Jatimbulan memiliki beberapa keunggulan salah satunya adalah pertumbuhan yang cepat dan tahan terhadap penyakit. Tentu hal ini menjadi peluang yang sangat besar untuk dikembangkannya ikan Nila Jatimbulan di kedua Provinsi diatas.

Uji multilokasi di Palembang
Uji multilokasi di Palembang

Adapun bentuk Uji Multi Lokasi yaitu dengan mengirimkan benih dan calon induk ikan Nila Jatimbulan. Selanjutnya benih dipelihara oleh Unit Pembenihan Rakyat (UPR), sedangkan calon induknya dipelihara di Balai Benih Ikan (BBI) setempat.

Berdasarkan hasil pertemuan pelepasan ikan nila hasil seleksi individu pada tanggal 30 oktober 2007 di Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan Jakarta telah diperoleh keputusan bahwa ikan nila hasil seleksi individu yang disetujui untuk dilakukan pelepasan adalah ikan nila Hitam dengan nama Nila Jatimbulan. Pelepasan varietas ikan nila Jatimbulan sebagai Galur unggul induk ikan Nila diputuskan kepada surat keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor Kep. 11/ MEN/ 2008. Ikan nila Jatimbulan memiliki keunggulan antara lain :

  1. toleransi hidup yang tinggi terhadap lingkungan sehingga dapat dipelihara didataran rendah yang berair payau hingga dataran tinggi yang berair tawar.
  2. Habitatnya sendiri cukup beragam, mulai dari sungai, danau, waduk, rawa, sawah, kolam, hingga tambak.
  3. Memiliki pertumbuhan yang lebih cepat
  4. Persentase Hatching Rate (HR) tnggi (90%)
  5. Memiliki adaptasi yang kuat
  6. Tahan terhadap serangan penyakit

(bidangbudidaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here