Bimtek Mamalia Laut Terdampar di UPT di Kabupaten Probolinggo

Kabupaten Probolinggo – Tingginya keberadaan cumi, ikan kecil dan nutrien berupa plankton di perairan pantai dapat menyebabkan munculnya keberadaan predator lain (mamalia laut) seperti Paus dan Lumba-lumba menuju ke perairan pantai. Pergerakan arus dan siklus pasang surut perairan pantai yang dinamis juga menyebabkan mamalia laut terdampar. Bentuk dan pergerakan sirip ekor mamalia laut berbeda dengan sirip ikan pada umumnya, sirip ekor mamalia laut yang berbentuk melintang dan bergerak secara vertikal (ke atas dan ke bawah) menyebabkan mamalia laut cenderung sulit bergerak di daerah yang dekat dengan daratan. Berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan Dan Satwa. Mamalia laut seperti Paus dan Lumba – lumba merupakan salah satu satwa yang harus dilindungi. Pemanfaatan untuk tujuan komersil dan konsumsi pada sebagian atau keseluruhan bagian tubuh mamalia laut tidak diperbolehkan, tubuh mamalia laut juga dinilai beracun karena mamalia laut memangsa ubur-ubur, ikan kecil dan plakton.

UPT. Pelatihan Teknis Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (UPT. PTPSKP) Probolinggo selaku UPT pelatihan di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur memiliki Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) memberi materi pelatihan ke Pokmaswas dan masyarakat pesisir di Jawa Timur. Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelamatan Mamalia Laut Terdampar dilaksanakan pada Bulan Maret 2018 di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo dinilai sangat perlu dilakukan mengingat tingginya kejadian mamalia laut terdampar. Kegiatan Bimtek ini juga melaksanakan simulasi penyelamatan mamalia laut terdampar di Pantai Bahak Kabupaten Probolinggo pada hari kedua. Kedepannya pokmaswas selaku first responder perlu mengetahui bagaimana memperlakukan mamalia laut yang terdampar dengan prosedur yang tepat.

Kegiatan Bimtek Penyelamatan Mamalia Laut Terdampar ini juga melibatkan tim Narasumber dari BPSPL Wilayah Kerja Jawa Timur, UPT. PTPSKP Probolinggo, Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo dan Pokmaswas Kabupaten Probolinggo. Materi Bimtek meliputi : studi kasus mamalia terdampar di Kabupaten Probolinggo, pengenalan mamalia laut, konservasi Hiu Paus dan penanganan mamalia laut terdampar. Pada hari kedua, Pokmaswas melakukan simulasi bagaimana teknik dan perlakuan penyelamatan mamalia laut terdampar yang sesuai dengan standar keselamatan mamalia laut tersebut dengan menggunakan tandu sebagai alat untuk evakuasi, alat peraga menyerupai lumba – lumba sebagai objek penyelamatan, handuk sebagai pelindung tubuh mamalia agar tetap terbasuh air, sekop sebagai alat penggali tanah agar sirip dada mamalia laut tidak menahan tubuh terlalu berat. Perlakuan bagaimana teknik pelepasan (release) secara langsung meliputi :

  1. Pelepasan dari pantai (beach realease)
  2. Pelepasan dengan perahu diikatkan pada cadik perahu jukung.

Meskipun cuaca ketika simulasi di lapang cukup terik, namun peserta tetap bersemangat dan antusias untuk mengikuti simulasi hingga selesai. Meski dalam skala kecil, pengetahuan dan teknis penyelamatan mamalia laut terdampar perlu diberikan agar ketika menemui kejadian sebenarnya tidak salah dalam menangani dan memperlakukan mamalia laut yang terdampar. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di daerah yang rawan akan kejadian mamalia laut terdampar serta meminimalisir tingkat kematian akibat kurangnya pengetahuan tentang cara penanganan dan perlakuan mamalia laut yang terdampar.

Tidak hanya melakukan kegiatan Bimtek penyelamatan mamalia laut terdampar, pada hari kedua yakni pada tanggal 14 Maret 2018 tim BPSPL, UPT. PTPSKP Probolinggo dan perwakilan Pokmaswas juga melakukan pengamatan kondisi Hiu Paus di perairan pantai Bahak, Kabupaten Probolinggo. Terlihat ada 4 (empat) ekor Hiu Paus berada di kawasan perairan Kabupaten Probolinggo, dapat diasumsikan bahwa perairan tersebut memiliki biomass yang baik sehingga terbentuk rantai makanan serta mengundang keberadaan Hiu Paus. Momen langka ini juga diharapkan menjadikan motivasi agar kita senantiasa menjaga kelestaraian sumberdaya alam. (uptptpskpprobolinggo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here