Cangkruk Bareng Nelayan Pacitan

Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian masyarakat di Pacitan, pada bulan April 2018, Bupati Pacitan, Kapolres Pacitan, Kepala UPT P2SKP Tamperan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengadakan kegiatan Cangkruk Bareng (Duduk Bersama) dengan Nelayan di rumah kediaman Bapak Muh. Ali (nelayan) yang berlokasi di Desa Jetak, Kec. Tulakan, Kab. Pacitan

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Polres Pacitan dan UPT P2SKP Tamperan ini dimaksudkan untuk menampung aspirasi dan mencari solusi bersama terkait dengan adanya nelayan yang mengambil benur Lobster yang notaben-nya aktifitas penangkapan benur ini melanggar Peraturan Pemerintah. Dalam pertemuan tersebut Bupati Pacitan, H. Indartato, menyampaikan bahwa acara ini untuk mencari solusi bersama agar masyarakat pesisir bisa hidup dengan damai dan sejahtera.

“Mari dulur-dulurku kita sama-sama mencari solusi disini agar masyarakat peisisir bisa hidup dengan damai dan sejahtera tanpa harus ada pertikaian, saya siap memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan” kata Bupati Pacitan, H. Indartato.

Acara yang dihadiri kurang lebih 300 masyarakat dan nelayan dari Kec. Kebonagung, Kec. Tulakan, Kec. Ngadirojo dan Kec. Sudimoro berlangsung mulai pukul 19.30 wib sampai pukul 23.00 wib berjalan dengan lancar dan menghasilkan beberapa aspirasi dari nelayan.

Peserta cangkruk bareng diikuti oleh masyarakat dan nelayan dari Kec. Kebonagung, Kec. Tulakan, Kec. Ngadirojo dan Kec. Sudimoro
Peserta cangkruk bareng diikuti oleh masyarakat dan nelayan dari Kec. Kebonagung, Kec. Tulakan, Kec. Ngadirojo dan Kec. Sudimoro

Sebagian besar nelayan menyampaikan aspirasi mengenai pekerjaan pengganti jika nelayan tidak bisa melaut. Konflik nelayan didasari karena sebagian nelayan mencari benur Lobster untuk mencukupi kebutuhan sehari-haru jika tidak bisa melaut.

Kepala Bidang Riset Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan, Agus Cahyadi memberikan materi tentang pengalihan profesi dari mencari benur Lobster ke budidaya dan teknologi penangkapan ikan dengan harapan mereka sudah tidak mengambil benur Lobster lagi.

“Kita ada solusi untuk nelayan yang mencari benur Lobster yaitu kita alihkan ke budidaya ikan gabus, udang vanamai dan rumput laut atau tetap di penangkapan dengan menggunakan teknologi LED” terang Agus Cahyadi.

Maraknya pengambilan benur Lobster merupakan pelanggaran hukum yang harus ditindak karena melanggar PERMEN KP No 56 Tahun 2016. Kapolres Pacitan dengan tegas mengatakan bahwa mengambil benur Lobster merupakan pelanggaran hukum.

“Kami akan bertindak secara profesional dan proporsional kepada nelayan yang mengambil benur Lobster karena ini merupakan pelanggaran hukum. Jadi saya mohon kepada semua nelayan untuk berfikir ulang mengambil benur Lobster” Terang Kapolres Pacitan, AKBP Setyo Koes Heriyatno. (uptp2skptamperan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here