Sosialisasi Penyadaraan Hukum Tentang Peraturan Perundang-undangan Bidang Kelautan dan Perikanan di UPT P2SKP Muncar – Banyuwangi

0
306

Kegiatan penyadaran hukum tentang peraturan perundang-undangan kelautan dan perikanan merupakan bagian integral dari proses pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang kehadiranya sangat diperlukan seiring dengan semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan.

Pada 5 Juli 2018, untuk kedua kalinya UPT. P2SKP Muncar Banyuwangi mengadakan rapat bersama nelayan pemilik bagan dalam rangka sosialisasi penyadaran hukum terkait perundang-undangan bidang kelautan dan perikanan di Aula UPT P2SKP Muncar. Pertemuan tersebut menindaklanjuti pertemuan pertama pada bulan sebelumnya yaitu terkait penertiban bagan-bagan ikan yang berada di jalur pelayaran dan menghambat lalu lintas kapal perikanan yang akan keluar masuk area pelabuhan. Selain para nelayan bagan, pertemuan juga dihadiri oleh Syahbandar, Polair, Satker PSDKP, TNI AL dan HNSI Kabupaten Banyuwangi.

Narasumber Sosialisasi Penyadaran Hukum
Narasumber Sosialisasi Penyadaran Hukum

Kartono umar, S.Pi, MAP, Kepala pelabuhan memaparkan materi terkait alat penangkapan ikan beserta jalur penangkapan sesuai dengan UU Perikanan No. 45 Tahun 2009 dan PerMen KP No. 71 Tahun 2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di WPPNRI. Adapun Kepala Syahbandar Muncar, Ummuh Faridah, menyampaikan informasi tentang hukum laut, termasuk juga aturan lalu lintas pelayaran baik nasional dan internasional.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari peserta, terlihat dengan antusianya sesi tanya jawab untuk mencari solusi bersama yang saling memudahkan dan menguntung semua pihak dengan tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku.

Dari hasil diskusi tersebut dihasilkan kesepakatan bersama sebagai berikut :

  1. Para nelayan pemilik bagan siap mentaati peraturan untuk tidak menambah dan memasang bagan di area jalur pelayaran tempat keluar masuk kapal.
  2. Para nelayan pemilik bagan diberikan tenggat waktu bagi bagan-bagan yang sudah terlanjur terpasang di area yang mengganggu jalur keluar masuk kapal untuk segera ditertibkan atau dipindahkan.
  3. Bagan-bagan yang sudah terpasang namun dalam kondisi rusak agar segera dibuang agar tidak mengganggu kapal-kapal yang melintas.

Diharapkan kegiatan sosialisasi ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar lebih banyak masyarakat nelayan sadar akan pentingnya menjaga ekosistem laut secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. (uptp2skpmuncar)

Peserta Sosialisasi Penyadaran Hukum
Peserta Sosialisasi Penyadaran Hukum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here