Tambahan Pundi Rupiah Keluarga Melalui Budidaya Ikan di Kolam Terpal

0
496

Dalam rangka meningkatkan wawasan masyarakat tentang budidaya ikan serta sebagai salah satu usaha tambahan bagi masyarakat untuk menambah pendapatan keluarga maka Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pelatihan Teknis Perikanan Budidaya dan Pengolahan Produk Kelautan dan Perikanan Kepanjen menyelenggarakan kegiatan pertemuan dalam rangka sosialisasi budidaya ikan di karang taruna bertempat di Desa Turirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Pertemuan dihadiri oleh anggota karang taruna Desa Turirejo, ketua rukun tetangga, dan perangkat Desa Turirejo. Dalam pertemuan peserta dibekali materi tentang budidaya ikan di kolam terpal. kolam terpal dipilih dikarenakan mudah dalam pemasangan, dapat dipindah-pindahkan, harga relatif terjangkau, mudah dalam perbaikan apabila terjadi kebocoran. Tahapan dalam budidaya ikan di kolam terpal antara lain sebagai berikut :

1. Pemasangan Kolam Terpal.

Dasar tempat yang akan dipasang kolam terpal harus diratakan dan diberi alas berupa terpal bekas/sekam padi yang kering.

2. Pencucian/Pembersihan Kolam Terpal

Permukaan dinding dan dasar Kolam dibilas air bersih, dikeringkan selama 12 jam serta direndam menggunakan air bersih selama 3 hari, bertujuan untuk menghilangkan bau terpal/bahan kimia yang menempel pada permukaan terpal.

3. Persiapan Kolam

Pupuk Kolam Fermentasi : 30 gram/m3 dedak ditambahkan ragi tape dan tempe 1 sendok makan/m3 diberi air secukupnya dan dibungkus rapat, didiamkan selama 3 hari. Hari 1 : Diisi Airdengan ketinggian 40 cm, tebar dolomit/mill/kapur 200-300 gram/m3, probiotik 30-40 ml/m3, molase/gulapasir/gula jawa 20-30 gram/m3 dan masukkan pupuk kolam fermentasi dengan cara disaring ketika memasukkannya. Hari ke 4 : air dinaikkan 80-100 cm, pemberian dolomit/kapur 30-50 gram/m3, probiotik 10-15 ml/m3. Hari : 7 benih siap ditebar.

4. Penebaran Benih

Benih ikan yang sehat bergerak aktif, tidak cacat, tidak luka, respon pakan baik, tidak ada parasit yang menempel dibadan ikan, ikan berukuran seragam dan ikan tidak menggantung dipermukaan air. Sebelum ditebar dilakukan penyesuaian suhu air di kantong ikan dengan suhu air kolam dengan cara memasukkan kantong ikan kedalam kolam selama 5-10 menit lalu menebar ikan.

5. Pemberian Pakan

Pakan yang akan diberikan harus difermentasi terlebih dahulu. Pakan 2,5 kg dicampur dengan molase/gula pasir/gula merah 1 sendok makan dan air 500 ml. Dicampur merata dan ditutup rapat selama 1-2 hari dan pakan bisa diberikan. Dosis pakan 1,5 – 5 % dari berat total ikan di kolam. Pemberian secukupnya apabila pakan yang diberikan tidak dimakan dalam waktu 2 menit menandakan ikan sudah kenyang.

6. Pengelolaan Kualitas Air

Air kolam diganti berkala setiap 10 hari 10-20 cm dan penambahan probiotik 5ml/m3 dan kapur dolomit 30-50 gr/m3. saat pergantian ikan dipuasakan 24 jam

7. Seleksi Penyeragaman Ukuran (Untuk Ikan Lele)

Grading pertama dilakukan setelah 30 hari masa pemeliharaan, dan grading kedua dilakukan setelah 60 hari masa pemeliharaan.

8. Panen

Untuk ikan lele dapat dipanen 2,5-3 bulan, panen dilakukan pada pagi hari atau sore hari.

Selain penyampain materi didalam ruangan juga diperbantukan kolam terpal bulat dengan diameter 2 meter, benih ikan lele dan pakan ikan lele sebagai wadah peserta pertemuan dalam mempertajam pengaplikasian budidaya ikan dilapang sesuai dengan arahan yang diberikan ketika kegiatan pertemuan. (UPT PTPBP2KP Kepanjen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here