Wakil Bupati Trenggalek Bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Melakukan Panen Udang Vannamei dan Windu di IBAP Prigi Trenggalek

0
389

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Prigi Trenggalek melakukan kegiatan panen Udang Vanname dan Windu pada hari Senin, 25 Februari 2019. Sebelumnya Minggu 25 Februari 2019 pukul 21.00 wib Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan meninjau langsung tambak udang yang akan dipanen esok harinya. Untuk udang Windu merupakan panen perdana, ini membuktikan kepada masyarakat bahwa komoditas udang Windu yang dulu menjadi primadonanya Indonesia dan berjaya kemudian mengalami paceklik yang disebabkan oleh penyakit, dapat dibudidayakan lagi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur sedang meninjau bak budidaya udang di IBAP Prigi
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur sedang meninjau bak budidaya udang di IBAP Prigi

Pada masa Era tahun 1980 an , komoditas udang windu atau kerap disebut black tiger menjadi andalan ekspor yang menyumbang 15 persen dari total ekspor non migas. Namun pada tahun 2003  kesuksesan itu luluh lantak akibat  serangan penyakit.

Kegiatan Panen ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Trenggalek M.NUR ARIFIN, didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya HARI PRANOTO, S.Pi, beserta Kepala Cabang Dinas di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Prov.Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan budidaya udang ini sangat menarik untuk dikembangkan dan disosialisasikan kepada masyarakat di Trenggalek untuk menambah pendapatannya.

“Saya sangat senang melihat proses pemanenan udang Vaname dan Windu tadi ,kegiatan budidaya sangat menarik dan kita perlu mengkaji teknis dan analisa usahanya supaya bisa diterapkan kepada masayarakat  dengan mudah, saya sangat senang sekali” ungkapnya.

Jumlah udang yang dipanen, terdiri dari udang vanname 4 petak dan 1 buskoton sebanyak 6,5 ton, kemudian dilanjutkan 3 petak dan 1 buskoton 9 on proses),dan untuk panen total udang windu dilakukan pada hari Rabu, 27 Februari 2019. (bidangbudidaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here