Ditengah Dominasi Cakalang, Produksi Tuna Mulai Menggeliat Naik pada Bulan April 2019

Trend hasil penangkapan yang positif masih dirasakan di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap. Setelah menutup Bulan Maret 2019 dengan angka produksi sebesar 347.894 kg, kini pada Bulan April 2019, produksi perikanan ditutup pada angka 436.393 kg. Angka produksi ini, menunjukkan terjadinya kenaikan sebesar 25% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Produksi ikan di Bulan April 2019 tetap didominasi oleh ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan nilai produksi sebesar 159,90 ton atau sebesar 37% dari nilai produksi di Bulan April. Sementara posisi kedua diduduki oleh maskot PPP Pondokdadap, yakni ikan tuna (Thunnus sp.) dengan nilai produksi sebesar 95,12 ton atau sebesar 22% dari nilai produksi. Ikan layang (Decapterus spp.) kini menduduki peringkat tiga dengan nilai produksi sebesar 82,62 ton atau sebesar 19%. Sementara sisanya diisi oleh ikan tongkol (Auxis spp., Sarda sp., Euthynnus affinis) dengan nilai produksi 86,43 ton (8%), ikan lemuru (Sardinella lemuru) dengan nilai produksi 23,24 ton (5%), ikan peperek (Leioghnatidae) dengan nilai produksi sebesar 21,37 ton (5%), dan ikan lain –lain seperti lemadang, albakor, marlin, dan salem dengan nilai produksi total 17,67 ton (4%).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, produksi tuna di UPT PPP Pondokdadap mengalami kenaikan sebesar 87%, dari angka 50,91 ton di Bulan Maret menjdi 95,12 ton di Bulan April dengan perubahan komposisi yang cukup drastis, dimana pada Bulan Maret 2019, dari 50,91 ton ikan tuna yang didaratkan, hanya 384 kg (1%) merupakan ikan tuna berukuran diatas 20 kg, sementara pada Bulan April 2019, dari 95,12 ton ikan tuna yang didaratkan, 11,09 ton (12%) diantaranya merupakan ikan tuna berukuran diatas 20 kg. Hal ini menandakan bahwa cohort ikan tuna yang ditangkap mengalami sedikit pergeseran dimana ikan tuna yang berukuran besar telah memasuki kawasan penangkapan nelayan UPT PPP Pondokdadap.

Dinamika nilai produksi ini juga terjadi pada jenis – jenis ikan lain, seperti pada ikan cakalang yang mengalami kenaikan sebesar 21%, dimana pada Bulan Maret angka produksi ikan cakalang sebesar 132,11 ton menjadi 159,90 di Bulan Aprl. Demikian pula dengan ikan peperek dan lemuru yang angka produksinya melonjak diatas 100% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dimana produksi ikan peperek pada Bulan Maret sebesar 9,91 ton meningkat 116% menjadi 21,37 ton di Bulan April. Sementara, ikan lemuru mengalami kenaikan sebesar 175% dari angka 8,44 ton di Bulan Maret menjadi 23,24 ton di Bulan April. Kenaikan tertinggi dialami oleh ikan marlin, dimana pada Bulan Maret produksi ikan marlin hanya sekitar 278 kg, di Bulan April, angka ini melonjak tajam menjadi 4,78 ton atau mengalami kenaikan sebesar 1600%. Sementara itu, terdapat jenis ikan baru yang sebelumnya mengalami angka produksi yang nihil di Bulan Maret, seperti Ikan albakor dan salem dengan nilai produksi secara berurutan sebesar 2,5 dan 2,0 ton di Bulan April 2019.

Beberapa jenis ikan justru mengalami penurunan nilai produksi di Bulan April, seperti ikan lemadang yang mengalami penurunan sebesar 8% dari angka 8,92 ton di Bulan Maret menjadi 8,23 ton di Bulan April. Sementara ikan tongkol mengalami penurunan terbesar, yakni sebesar 57% dari angka 85,5 ton di Bulan Maret menjadi 36,43 ton di Bulan April. Ikan layur yang sempat masuk dalam table produksi Pelabuhan Perikanan Pondokdadap pada Bulan Maret 2019, kini memiliki angka produksi yang nihil di Bulan April 2019. (UPT PPP Pondokdadap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here