Di Bulan Juli 2019, Produksi Ikan Pelagis Kecil Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap Mengalami Kenaikan Tajam

0
132

Pondokdadap (08/08) Trend produksi yang positif kembali tercatat dalam statistik hasil produksi perikanan Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap di Bulan Juli 2019. Memasuki musim ikan di tahun ini, produksi perikanan PPP Pondokdadap mengalami kenaikan sebesar 111%. Sebelumnya, pada Bulan Juni 2019 angka produksi ditutup pada angka sebesar 1.259.866 kg, kini di Bulan Juli 2019, produksi perikanan melonjak pada angka 2.659.902 kg. Hasil produksi yang meningkat tajam ini didukung dengan produksi ikan pelagis kecil yang melonjak tajam selama Bulan Juli 2019.

Produksi ikan layang (Decapterus spp.) menggeser dominasi ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) setelah beberapa sebelumnya selalu berada dalam posisi pertama. Produksi ikan layang di Bulan Juli 2019 tercatat sebesar 1.321,45 ton atau sebesar 50% dari total nilai produksi, sementara ikan cakalang berada di posisi kedua dengan nilai produksi sebesar 698,63 ton atau sebesar 26% dari total nilai produksi. Peringkat ketiga diduduki oleh ikan lemuru (Sardinella sp.) dengan nilai produksi sebesar 211,69 ton atau sebesar 8% dari nilai produksi. Sementara maskot Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap, yakni ikan tuna (Thunnus sp.) pada Bulan Juli hanya berada di posisi keempat dengan nilai produksi sebesar 206,09 ton atau sebesar 8% dari total nilai produksi. Ikan albakor (Thunnus alalunga) menduduki posisi kelima dengan nilai produksi sebesar 100,30 ton atau sebesar 4% dari total nilai produksi, sementara posisi keenam diduduki oleh ikan tongkol (Auxis spp., Sarda sp., Euthynnus affinis) dengan nilai produksi sebesar 66,12 ton atau sebesar 2% dari total nilai produksi. Sementara sisanya diisi oleh ikan ekor merah (Decapterus tabl) dengan nilai produksi 29,87 ton (1%), ikan peperek (Leioghnathidae) dengan nilai produksi sebesar 14,15 ton (1%), dan ikan lain – lain seperti layur, peperek, lemadang, dan marlin dengan nilai produksi total 11,60 ton (<1%).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Juni 2019), produksi tuna di UPT PPP Pondokdadap mengalami kenaikan sebesar 54%, dari angka 133,75 ton di Bulan Juni menjadi 206,09 ton di Bulan Juli. Kenaikan ini juga diiringi oleh kenaikan komposisi tuna berukuran besar yang didaratkan, dimana pada Bulan Juni 2019, dari total ikan tuna yang didaratkan, sekitar 50,31 ton (38%) merupakan ikan tuna berukuran diatas 20 kg, sementara pada Bulan Juli 2019, dari total ikan tuna yang didaratkan, 83,45 ton (40%) diantaranya merupakan ikan tuna berukuran diatas 20 kg. Hal ini menandakan bahwa cohort ikan tuna yang ditangkap mengalami sedikit pergeseran dimana semakin banyak ikan tuna yang berukuran besar yang telah memasuki kawasan penangkapan nelayan UPT PPP Pondokdadap dan berhasil didaratkan oleh para nelayan pada musim ikan di tahun ini.

Pada grafik diatas, dapat diamati bahwa terdapat beberapa peningkatan dan penurunan pada nilai produksi beberapa ikan ekonomis penting yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap. Selain ikan tuna, dinamika nilai produksi juga terjadi pada jenis – jenis ikan lain, seperti pada ikan cakalang yang mengalami kenaikan sebesar 63%, dimana pada Bulan Juni angka produksi ikan cakalang sebesar 426,15 ton menjadi 698,63 di Bulan Juli. Sementara kenaikan yang paling tajam dialami oleh ikan lemuru, dimana produksi ikan lemuru pada Bulan Juni sebesar 6,98 ton mengalami peningkatan sebesar 2.931% menjadi 211,68 ton di Bulan Juli. Demikian pula Ikan peperek yang memiliki angka produksi sebesar 0,52 ton di Bulan Juni mengalami peningkatan produksi sebesar 2.591% menjadi 14,15 ton di Bulan Juli, sementara ikan layur yang memiliki angka produksi sebesar 0,22 ton di Bulan Juni mengalami peningkatan produksi sebesar 2.350% di menjadi 5.53 ton di Bulan Juli. Kemudian ikan lemadang mengalami peningkatan sebesar 388% dari angka 0,46 ton di Bulan Juni 2019 menjadi 2.28 ton di Bulan Juli 2019. Meski produksi ikan layang mendominasi grafik nilai produksi perikanan di Bulan Juli, namun kenaikan produksi ikan layang hanya sebesar 311% dari angka 321,43 ton di Bulan Juni menjadi 1.321,44 ton di Bulan Juli 2019. Produksi ikan ekor merah mengalami peningkatan sebesar 175 % dari angka 10,85 ton di Bulan Juni 2019 menjadi 29,87 ton di Bulan Juli 2019. Dari hasil statistic ini, diketahui bahwa komoditas ikan pelagis kecil umumnya mengalami peningkatan diatas 100% pada Bulan Juli 2019.

Beberapa jenis ikan justru mengalami penurunan nilai produksi di Bulan Juli. Ikan marlin juga mengalami penurunan sebesar 47% dari angka 7,11 ton di Bulan Juni menjadi 3,77 ton di Bulan Juli. Sementara ikan tongkol mengalami penurunan terbesar yakni sebesar 73%, dimana produksi ikan tongkol di Bulan Juni sebesar 249,08 ton menjadi 66,11 ton di Bulan Juli. Sementara produksi ikan albakor hamper stagnan dengan hanya mengalami penurunan sebesar 1% dari angka 101,25 ton di Bulan Juni menjadi 100,29 ton di Bulan Juli. (UPT PPP Pondokdadap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here