Bulan Agustus 2019, Produksi Ikan Ekonomis Penting Mengalami Penurunan di Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap

0
188

Pondokdadap (03/09) Setelah beberapa bulan Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan (UPT PPP) Pondokdadap memiliki trend produksi yang positif, kini di penghujung Bulan Agustus 2019, produksi perikanan di UPT PPP Pondokdadap berhadapan dengan trend yang negatif. Pada Bulan Agustus 2019, produksi perikanan PPP Pondokdadap mengalami penurunan sebesar 54%, dimana sebelumnya pada Bulan Juli 2019 angka produksi ditutup pada angka sebesar 2.659.902 kg, kini di Bulan Agustus 2019, produksi perikanan menurun pada angka 1.215.356 kg. Trend yang negatif ini dapat diamati pada hasil produksi ikan-ikan ekonomis penting yang mengalami penurunan produksi selama Bulan Agustus 2019.

Produksi ikan layang (Decapterus spp.) tetap berada pada posisi pertama, terhitung semenjak Bulan Juli 2019 lalu. Produksi ikan layang di Bulan Agustus 2019 tercatat sebesar 456,22 ton atau sebesar 38% dari total nilai produksi, sementara ikan cakalang berada di posisi kedua dengan nilai produksi sebesar 362,90 ton atau sebesar 30% dari total nilai produksi. Maskot Pelabuhan Perikanan pantai Pondokdadap, ikan tuna (Thunnus sp.) pada bulan ini naik satu peringkat ke peringkat ketiga dengan nilai produksi sebesar 121,80 ton atau sebesar 10% dari nilai produksi. Sementara ikan albakor  (Thunnus alalunga) pada Bulan Agustus hanya berada di posisi keempat dengan nilai produksi sebesar 101,08 ton atau sebesar 8% dari total nilai produksi. Ikan lemuru (Sardinella sp.) menduduki posisi kelima dengan nilai produksi sebesar 86,31 ton atau sebesar 7% dari total nilai produksi, sementara posisi keenam diduduki oleh ikan tongkol (Auxis spp., Sarda sp., Euthynnus affinis) dengan nilai produksi sebesar 29,96 ton atau sebesar 3% dari total niali produksi. Sementara sisanya diisi oleh ikan layur (Trichiurus lepturus) dengan nilai produksi 20,40 ton (2%), ikan peperek (Leioghnathidae) dengan nilai produksi sebesar 14,72 ton (1%), dan ikan lain – lain seperti lemadang, swangi, salem, ekor merah, dan marlin dengan nilai produksi total 21,97 ton (2%).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Juli 2019), produksi tuna di UPT PPP Pondokdadap mengalami penurunan sebesar 41%, dari angka 206,09 ton di Bulan Juli menjadi 121,80 ton di Bulan Agustus. Penurunan ini juga diiringi oleh penurunan komposisi tuna berukuran besar yang didaratkan, dimana pada Bulan Juli 2019, dari total ikan tuna yang didaratkan, sekitar 83,45 ton (40%) merupakan ikan tuna berukuran diatas 20 kg, sementara pada Bulan Agustus 2019, dari total ikan tuna yang didaratkan, 31,68 ton (26%) diantaranya merupakan ikan tuna berukuran diatas 20 kg. Hal ini menandakan bahwa cohort ikan tuna yang ditangkap mengalami sedikit pergeseran dimana ikan tuna yang berukuran besar kemungkinan telah melewati kawasan penangkapan nelayan UPT PPP Pondokdadap.

Pada grafik diatas, dapat diamati bahwa terjadi beberapa penurunan dengan hanya sedikit peningkatan pada nilai produksi beberapa ikan ekonomis penting yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap. Selain ikan tuna, dinamika nilai produksi juga terjadi pada jenis – jenis ikan lain, seperti pada ikan cakalang yang mengalami penurunan sebesar 48%, dimana pada Bulan Juli angka produksi ikan cakalang sebesar 698,63 ton menjadi 362,90 di Bulan Agustus. Sementara penurunan yang paling tajam dialami oleh ikan ekor merah, dimana produksi ikan ekor merah pada Bulan Juli sebesar 29,87 ton mengalami penurunan sebesar 94% menjadi 1,73 ton di Bulan Agustus. Demikian pula Ikan layang yang pada bulan sebelumnya memiliki angka produksi menembus 1.321,44 ton di Bulan Juli, kini mengalami penurunan produksi sebesar 65% menjadi 456,21 ton di Bulan Agustus, sementara ikan lemuru yang memiliki angka produksi sebesar 211,68 ton di Bulan Juli mengalami penurunan produksi sebesar 59% menjadi 86.31 ton di Bulan Agustus. Kemudian ikan tongkol mengalami penurunan sebesar 55% dari angka 66,11 ton di Bulan Juli 2019 menjadi 29,95 ton di Bulan Agustus 2019. Produksi ikan marlin mengalami penurunan sebesar 39% dari angka 3,77 ton di Bulan Juli 2019 menjadi 2,31 ton di Bulan Agustus 2019. Dari hasil statistik Bulan Agustus 2019, diketahui bahwa komoditas ikan ekonomis penting umumnya mengalami penurunan sebanyak setengah dari nilai produksi di Bulan Juli 2019.

Ditengah trend yang menurun ini, ada beberapa jenis ikan yang masih mengalami peningkatan nilai produksi di Bulan Agustus. Ikan albakor mengalami peningkatan sebesar 1% dari angka 100,296 ton di Bulan Juli menjadi 101,07 ton di Bulan Agustus. Sementara ikan lemadang mengalami peningkatan terbesar yakni sebesar 310%, dimana produksi ikan lemadang di Bulan Juli sebesar 2,28 ton menjadi 9,36 ton di Bulan Agustus. Sementara produksi ikan layur juga mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 268% dari angka 5,53 ton di Bulan Juli menjadi 20,39 ton di Bulan Agustus. Sementara itu di Bulan Agustus 2019 terdapat dua jenis ikan baru yang tidak di daratkan di Bulan Juli, yakni ikan salem dengan nilai produksi sebesar 3,04 ton, dan ikan swangi dengan nilai produksi sebesar 5,52 ton. (UPT PPP Pondokdadap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here