Terumbu Karang Sebagai Masa Depan Perairan Jawa Timur

1
96
Proses Penenggelaman Terumbu Karang Buatan

Terumbu karang (coral reef) merupakan ekosistem laut tropis yang terdapat di perairan laut dangkal yang jernih, hangat (>220 C) memiliki kadar kalsium karbonat (CaCO3) tinggi, dan komunitasnya didominasi oleh berbagai jenis hewan karang keras. Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem sangat rentan terhadap gangguan perubahan lingkungan laut. Beberapa faktor fisik dan kimia yang membatasi distribusi dan pertumbuhan karang yaitu faktor kecerahan, temperatur (250 C -290 C), salinitas (32-35 ppt), sedimentasi, dan arus. Ada 4 faktor pengaruh tekanan lingkungan yang mempngaruhi bentuk pertumbuhan terumbu karang. Pengaruh tersebut adalah faktor cahaya, faktor hidrodinamis, faktor sedimentasi faktor pasang surut (subareal exposure). Faktor cahaya berperan dalam mengakibatkan tendensi laus permukaan dan volume karang sehingga semakin tinggi cahaya maka karang akan mengarah kepada bentuk luas permukaan yang lebih melebar namun volume menurun, Bentuk karang akan mengarah ke plate atau tabulate. Faktor hidrodinamis seperti gelombang dan arus akan menyebabkan perubahan secara horisontal. Semakin kuat arus dan gelombang maka karang akan tumbuh memendek, kuat dan merayap, sementara pada wilayah yang terlindung cenderung lebih ramping dan memanjang. Faktor sedimen yang tinggi menyebabkan karang berbentuk lebih foliote, branching dan ramose sedangkan yang sedimentasinya rendah pertumbuhannya lebih plate atau tabulate. Faktor pengaruh pasang surut menyebabkan karang yang tumbuh di daerah yang terkena pasang surut adalah karang yang tahan terhadap paparan udara luar air laut seperti karang tipe massive dan encrusting. Pertumbuhan karang dan distribusinya yang banyak dipengaruhi oleh karakteristik lingkungan laut menyebabkan suatu bentuk hubungan keterkaitan antara lingkungan perairan laut yang dicerminkan dengan karakteristik oseanografis. Terumbu karang mempunyai fungsi sebagai pemecah gelombang alami yang melindungi daerah pesisir. Terumbu karang merupakan lingkungan yang sangat produktif, dengan perkiraan 100 kali lebih produktif dari laut sekelilingnya.

Persiapan penenggelaman Terumbu Karang Buatan

Ekosistem terumbu karang merupakan habitat hidup sejumlah spesies binatang laut, tempat pemijahan, peneluran dan pembesaran ikan. Secara global terumbu karang dapat ditemukan di daerah tropis dan sub tropis. Sebagian besar berada di utara dan selatan katulistiwa. Saat ini diperkirakan kerusakan telah mencapai 20% dan tidak bisa diperbaiki kembali. Bila keadaan ini terus dibiarkan maka dalam 20 tahun kedepan kerusakan bisa mencapai 40 %.

Proses Pengikatan Bibit Terumbu Karang pada Media

Mengatasi kerusakan ini Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur bersama POKMASWAS Reng Paseser Kabupaten Sumenep melakukan Sosialisasi terhadap para generasi muda yang ada di wilayah perairan Kabupaten Sumenep yaitu SMP 2 Saronggi dan SMP Talango. Sosialisasi ini dilakukan di Pulau Gili Labak Kecamatan Gili Genting Kabupaten Sumenep. Hal ini dilakukan supaya dapat menjaga ekosistem terumbu karang dan melakukan pengenalan secara dini terhadap generasi muda. Sosialisasi ini dilakukan dengan cara pengenalan – pengenalan terhadap beberapa jenis karang yang hidup di Perairan Wilayah Madura. Selain itu juga diajarkan mengenai rehabilitasi terumbu karang yang rusak dengan cara transplantasi terumbu karang. Kegiatan transplantasi ini dilakukan dengan cara mengambil bibit dari alam dengan cara pemotongan indukan maksimal sebesar setangah bagian. Bibit yang telah di potong ikat pada media berupa besi kotak dengan ukuran 50×30 cm kemudian besi kotak yang berisi terumbu karang tempatkan pada dasar laut yang sesuai (tidak terlalu terjal). Media transplantasi dapat berupa beberapa bentuk misal berbentuk kubus, stupa. (Bidang KPP)

1 COMMENT

  1. luar biasa DKP Jatim melestarikan terumbu karang di perairan jawa timur. mudahan nanti dapat berkerja sama dgn kami ( lembaga Konservasi Bawean ) untuh pelatihan di pulau Bawean.

    terimah kasih
    muhammad
    ketua Konservasi Bawean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here