Verifikasi Parameter Dimetridazole

0
337

Pengujian residu antibiotik di Laboratorium UPT PMP2KP Surabaya meliputi pengujian A6 (antibiotik), B1 (antimikroba) dan B3c (logam berat). Parameter pengujian A6 meliputi Chloramphenicol (CAP), metabolit Nitrofuran (AOZ, AMOZ, SEM, AHD), dan Dimetridazole (DMZ), untuk B1 meliputi Tetrasiklin dan turunannya, Fluoroquinolon, Sulfadiasin sedangkan parameter B3c meliputi Pb, Hg dan Cd.

Pengujian residu antibiotik merupakan salah satu upaya pengendalian residu obat ikan, bahan kimia dan kontaminan pada kegiatan pembudidayaan ikan konsumsi dalam rangka menjamin produk perikanan budidaya yang bebas residu atau masih dibawah batas maksimum residu yang dipersyaratkan.

Salah satu parameter residu antibiotik yang diuji di UPT PMP2KP Surabaya adalah Dimetridazole (DMZ). DMZ adalah obat 5-nitroimidazole yang termasuk dalam golongan obat keras antimikroba golongan Nitroimidazole.  DMZ dapat digunakan secara sistemik maupun topikal untuk mengobati dan mencegah beberapa penyakit infeksi. Pada bidang perikanan budidaya, DMZ sering digunakan dengan tujuan pengobatan ataupun sebagai bahan tambahan pakan. Pemberian DMZ pada budidaya dapat menyebabkan terjadinya residu apabila dalam penggunaannya tidak mematuhi waktu henti.

Bahaya pemakaian DMZ yang tidak sesuai aturan adalah dapat menyebabkan infertilitas, dan insufisiensi hati dan gagal ginjal pada manusia. Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Tentang Obat ikan, maksimum residu untuk parameter DMZ yang dipersyaratkan tidak lebih dari 3 ppb.

Verifikasi adalah suatu uji kinerja metode standar. Verifikasi ini dilakukan sebelum suatu metode standar diterapkan. Verifikasi sebuah metode dapat digunakan untuk membuktikan Laboratorium pengujian yang bersangkutan dapat melakukan pengujian dengan metode tersebut dengan hasil yang valid. Selain itu, verifikasi juga dapat digunakan untuk membuktikan bahwa laboratorium telah memiliki data kinerja. Hal ini disebabkan karena laboratorium yang berbeda memiliki kondisi dan kompetensi personil serta kemampuan peralatan yang berbeda. Sehingga, kinerja antara satu laboratorium dengan lainnya tidaklah sama.

Laboratorium Penguji UPT PMP2KP telah melakukan verifikasi DMZ sebagai bentuk implementasi ISO 17025 : 2017 yaitu sebagai jaminan mutu agar hasil pengujian valid dan akurat. Dalam sistem manajemen mutu suatu laboratorium diharuskan untuk melakukan validasi metode, salah satunya adalah validasi metode terbatas/internal yang lebih dikenal dengan nama verifikasi metode terhadap metode uji yang dipakai dalam laboratorium tersebut.

Tahapan untuk verifikasi DMZ meliputi penyiapan sampel, penambahan spike atau target yang diinginkan, melakukan pengujian terhadap sampel udang dengan menggunakan ELISA, serta pengolahan data. Pengolahan data digunakan untuk menghitung beberapa parameter, yaitu presisi, akurasi (recovery) dan linearitas.

Presisi diartikan sebagai tingkat keseksamaan nilai beberapa hasil pengujian yang dilakukan secara berulang-ulang. Akurasi (ketepatan) adalah tingkatan kedekatan hasil uji yang didapatkan terhadap nilai sebenarnya. Akurasi dapat dilakukan dengan 3 (tiga) cara, yaitu menggunakan CRM (Certified Reference Material), membandingkan dengan metode lain dan penambahan sejumlah standar (spiking). Sedangkan  linearitas merupakan kemampuan metode analisis dalam memberikan respon yang secara langsung atau dengan bantuan transformasi matematika pada range tertentu. (UPT PMP2KP Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here