GAGAS SINERGI PEMBINAAN UMKM KELAUTAN PERIKANAN ANTAR STAKEHOLDER

0
403

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan Rapat Pembahasan Kebijakan Pembinaan Pelaku Usaha Pengolahan Hasil Perikanan dengan Tema Membangun Sinergi Pembinaan UMKM Perikanan pada tanggal 30 Januari 2020 bertempat di ruang rapat Nautica I dan II Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh 100 peserta dari kurang lebih 50 instansi dan lembaga yang terdiri dari Dinas Perikanan Kabupaten/ Kota se- Jawa Timur, Akademisi/ Perguruan Tinggi, Lembaga Keuangan, Inkubator Bisnis, CSR perusahaan/ Rumah Kreatif BUMN, KKMB (Konsultan Keuangan Mitra Bank), UPT Pelatihan DKP Provinsi Jawa Timur, SKPD Pemprov Jatim terkait, AMPUH Jatim, Forum IKM dan pegiat pengembangan UMKM.

Umari Hasan, Kasie Pemetaan Usaha dan Investasi perwakilan dari Direktorat Jendral Penguatan dan Daya Saing Kelautan dan Perikanan menyampaikan arah kebijakan dan strategi penguatan daya saing produk Kelautan dan Perikanan tahun 2020. “Ada 8 point arah kebijakan peningkatan Investasi dan Pengembangan Usaha Kelautan dan Perikanan yang diantaranya paling menarik antara lain Fasilitasi akses pembiayaan (perbankan dan non-bank), digitalisasi usaha dan pengembangan inkubator bisnis”. Ariestya (Penyuluh Perikanan Pelaksana Lanjutan dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi) “Proses penerapan strategi dalam pengembangan untuk UMKM juga mendapat perhatian dan dukungan dari penyuluh perikanan diantaranya pendampingan upaya peningkatkan produksi, efisiensi usaha dan info permodalan”. Dalam rapat ini juga disampaikan oleh peserta mengenai kendala yang dihadapi dalam pengembangan dan penguatan usaha kelautan dan perikanan antara lain a) Belum adanya sinkronisasi antara SKP dengan BPOM sehingga lolos SKP belum tentu bisa mendapatkan BPOM b) Sedikit pelaku usaha Kelautan Perikanan memiliki generasi muda untuk meneruskan usaha atau generasi muda untuk memulai usaha baru c) Kelemahan pada manajemen usaha UMKM meliputi manajemen keuangan, produksi dan manajemen pemasaran yang belum tercatat dengan rigid d) Belum ada akses dengan perguruan tinggi untuk pengembangan UMKM Kelautan dan Perikanan e) Kebutuhan pembinaan dan perhatian untuk pengembangan Inkubator Mina Bisnis Jawa Timur.

Jajaran akademisi dan perguruan tinggi seperti Universitas Airlangga dan Universitas Brawijaya mendukung UMKM dengan program pengabdian masyarakat di lingkup lokal, regional dan nasional untuk membina desa, UMKM dan kelompok masyarakat mandiri. Imbuh Ir Agus Tumulyadi (Universitas Brawijaya) bahwa kegiatan ini seiring dengan program pemerintahan dalam mengembangkan UMKM menjadi mandiri. “Kami membuka peluang kerjasama bidang Kelautan dan Perikanan” tutur Kumala, perwakilan Universitas Ciputra, Koordinator Sosial Entrepeneur. Sedangkan akses permodalan untuk UMKM produktif dapat mengakses fintech yang telah terdaftar dalam OJK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here