Membuka Tahun 2020, Jenis Ikan Tongkol Mendominasi Produksi Perikanan

0
295

Pondokdadap (06/02) Seperti pada tahun – tahun sebelumnya, Bulan Januari merupakan waktu dimana angka produksi perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap sedang menurun. Bahkan di tahun sebelumnya, pada bulan yang sama, angka produksi perikanan PPP Pondokdadap belum bergerak dari angka nol. Hal ini disebabkan oleh musim, dimana pada awal tahun, musim penghujan sering mengakibatkan cuaca buruk di perairan lepas, sehingga kebanyakan nelayan mengurungkan niat untuk pergi melaut. Produksi perikanan di PPP Pondokdadap umumnya kembali memulih mendekati Bulan April, dimana cuaca mereda di penghujung musim hujan.

Pada Bulan Januari di tahun ini, angka produksi perikanan PPP Pondokdadap menunjukkan adanya aktivitas produksi meskipun sedikit, dengan hasil produksi didominasi oleh kapal purse seine yang mencari ikan di perairan inshore dengan system one-day fishing. Volume produksi perikanan yang didaratkan hingga tanggal 31 Januari 2020 sendiri mencapai 224.005 Kg dengan nilai produksi perikanan mencapai Rp. 1.178.298.500,00.

Jenis Ikan Tongkol (Auxis sp.) mendominasi grafik produksi dengan volume produksi mencapai 192.778 kg atau sebesar 86% dari volume produksi total. Sementara posisi kedua diduduki oleh ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan volume produksi mencapai 14.502 kg atau sebesar 6% dari volume produksi total. Menyusul dibelakangnya adala ikan layang (Decapterus sp.) dengan volume produksi mencapai 5.882 kg atau sebesar 3% dari volume produksi total. Ikan lemuru (Sardinella sp.) dan peperek (Leioghnathidae) memiliki porsi volume produksi yang mirip, yakni masing – masing sebesar 2% dari volume produksi total dengan angka volume produksi sebesar  4.426 kg dan 3.393  kg secara berurutan. Ikon PPP Pondokdadap sendiri, ikan tuna (Thunnus sp.) hanya mendarat sebesar 1.783 kg atau 1% dari total volume produksi. Sementara di posisi akir diduduki oleh ikan lemadang (Corypaena hippurus) dengan volume produksi sebesar 1.241 kg atau sebesar 1% dari volume produksi total.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here