Solusi Pengganti Formalin

0
532

Penggunaan formalin pada produk perikanan sebagai bahan pengawet masih marak dilakukan oleh pengolah ikan terutama pada produksi untuk pemasaran lokal. Baru-baru ini seorang pedagang ikan dari Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan ditangkap aparat penegak hukum karena menyimpan produk ikan kering berformalin sejumlah 2,5 Ton. Menyikapi maraknya penggunaan formalin sangatlah tepat pemakaian formalin harus segera beralih ke pengawet ikan yang ramah lingkungan dan aman.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada pedagang ikan, pengolah ikan dan nelayan mengenai bahaya penggunaan formalin sebagai pengawet makanan, namun juga memberikan alternatif pengganti penggunaan formalin. Pada kegiatan sosialisasi tersebut Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur menghadirkan narasumber dari PT. Zhafira Samudra Nusantara yang memproduksi PIO ZSN.

PIO ZSN adalah produk fermentasi  buah kesemek, tanaman salada air, bayam dan garam laut, menghasilkan asam laktat yang berfungsi untuk membunuh bakteri pembusuk tanpa penambahan bahan-bahan kimia apapun. PIO ZSN digunakan pada saat penanganan pasca tangkap di kapal dan di darat. Fungsi utama dari PIO ZSN adalah menjaga rasa, aroma dan tekstur alami ikan seperti ikan segar yang baru ditangkap dari laut.

Dengan diadakannya sosialisasi ini diharapkan nelayan di wilayah Kecamatan Lekok dan sekitarnya segera beralih dari penggunaan formalin yang dilarang dengan penggunaan larutan PIO ZSN sebagai alternative pengganti. Pada saat sosialisasi telah dibuktikan oleh nelayan dan stakeholder perikanan bahwa Penggunaan PIO ZSN dapat mempertahankan mutu dan kesegaran ikan dengan baik dan mendapatkan respon yang positif. (Bidang P3KP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here