Produksi PPP Pondokdadap Februari 2020: Meski Total Produksi Menurun, Ikan Tuna Berukuran Besar Sudah Mulai Didaratkan

0
216

Pondokdadap (04/03) menutup Bulan Februari 2020, produksi Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan (UPT PPP) Pondokdadap di mengalami penurunan meski tidak signifikan. Meski demikian, jumlah ikan tuna yang didaratkan pada Bulan Februari 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan, ikan tuna berukuran besar sudah Nampak didaratkan meski tidak dalam jumlah banyak. Pada Bulan Februari 2020, produksi perikanan PPP Pondokdadap hanya mengalami penurunan sebesar 15%, dimana sebelumnya pada Bulan Januari 2020 angka produksi ditutup pada angka sebesar 224.005 kg, kini di Bulan Februari 2020, produksi perikanan menurun pada angka 189.327 kg.

Posisi puncak pada data statistik Februari 2020 diduduki oleh kelompok ikan tongkol (Auxis spp., Sarda sp., Euthynnus affinis) dengan volume produksi sebesar 84,18 ton atau sebesar 45% dari volume produksi. Sementara ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) berada di posisi kedua dengan volume produksi sebesar 67,45 ton atau sebesar 36% dari total volume produksi. Ikan layang (Decapterus spp.) berada di posisi ketiga dengan volume produksi sebesar 13,67 ton atau sebesar 7% dari total volume produksi disusul dengan ikan madidihang atau yellowfin tuna berukuran kecil dengan volume produksi sebesar 12,04 ton atau sebesar 6% dari total volume produksi. Sementara sisanya diisi oleh ikan lemadang (Coryphaena hippurus) dengan volume produksi 6,26 ton (3%), ikan lemuru (Sardinella lemuru) dengan volume produksi sebesar 2,97 ton (2%), dan ikan tuna yang terdiri dari tuna mata besar dan madidihang berukuran besar dengan volume produksi secara berurutan sebesar 2,55 ton (1%) dan 0,21 (<1%).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Januari 2020), produksi tuna (yellowfin dan bigeye) di UPT PPP Pondokdadap mengalami kenaikan sebesar 730%, dari angka 1,80 ton di Bulan Januari menjadi 14,8 ton di Bulan Februari. Kenaikan ini juga diiringi oleh kenaikan persentase komposisi tuna sirip kuning berukuran besar yang didaratkan, dimana pada Bulan Januari 2020, dari total ikan tuna sirip kuning yang didaratkan, belum ada ikan tuna berukuran diatas 20 kg yang didaratkan, sementara pada Bulan Februari 2020, dari total ikan tuna sirip kuning yang didaratkan, 0,21 ton (2%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg. Pada tahun – tahun sebelumnya, memang terlihat umum jika di Bulan Februari belum banyak ikan tuna berukuran besar yang didaratkan. Karena menurut penelitian di tahun 2018, ikan tuna berukuran besar baru memasuki perairan Selatan Malang pada Bulan April.

Pada grafik diatas, dapat diamati bahwa terjadi beberapa peningkatan pada volume produksi beberapa ikan ekonomis penting yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pondokdadap. Selain ikan tuna, dinamika nilai produksi juga terjadi pada jenis – jenis ikan lain, seperti pada ikan cakalang yang mengalami peningkatan produksi sebesar 365%, dimana pada Bulan Januari angka produksi ikan cakalang sebesar 14,50 ton menjadi 67,45 ton di Bulan Februari. Sementara peningkatan yang paling tajam dialami oleh ikan lemadang, dimana produksi ikan lemadang pada Bulan Januari sebesar 1,24 ton mengalami peningkatan sebesar 404% menjadi 6,26 ton di Bulan Februari. Demikian pula Ikan layang yang pada bulan sebelumnya memiliki volume produksi sebesar 5,88 ton di Bulan Januari, kini mengalami peningkagtan produksi sebesar 132% menjadi 13,67 ton di Bulan Februari. Ikan Peperek yang muncul pada data statistik hasil perikanan di Bulan Januari, kini tidak terlihat didaratkan di UPT PPP Pondokdadap pada Bulan Februari.

Dibalik peningkatan angka produksi pada beberapa jenis ikan yang terjadi, terdapat beberapa jenis ikan yang mengalami penurunan nilai produksi di Bulan Februari. Ikan tongkol mengalami penurunan sebesar 56% dari angka 192,78 ton di Bulan Januari menjadi 84,18 ton di Bulan Februari. Sementara ikan lemuru mengalami penurunan terbesar kedua, yakni sebesar 12%, dimana produksi ikan lemuru di Bulan Januari sebesar 1,24 ton menjadi 6,25 ton di Bulan Februari.(UPT PPP Pondokdadap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here