Melimpahnya Hasil Laut Ditengah Pandemik Corona

Ditengah gencarnya pandemik Covid-19 nelayan Tamperan masih terus berlayar dan memperoleh hasil tangkapan melimpah. Disamping upaya pencegahan yang terus digalakkan bersama para nelayan dihimbau untuk tetap berhati-hati dan menjaga pola hidup bersih. Sehingga berlayar tetap dapat dilakukan tanpa kendala untuk pemenuhan kebutuhan lauk dan gizi masyarakat ditengah sulitnya pemenuhan kebutuhan kerena Covid-19.

Aktivitas bongkaran kapal Handline di kolam labuh UPT PPP Tamperan masih terlihat seperti biasa pada 08/04/2020. Perolehan Tuna dan Cakalang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan pasar local. Inilah kemudian yang melatarbelakangi Ninik Setyorini Kepala PPP Tamperan agar mau tidak mau aktivitas nelayan harus berjalan terus. “Dipelabuhan seperti Tamperan ini kita harus exstra, terus kita beri penjelasan pada para nelayan dan seluruh pengguna jasa pelabuhan. Nelayan terus berjalan konsekwensinya kita bersama terus perangi corona,” turur Ninik tegas.

Berkurangnya nelayan andon pada musim Layuran tidak lantas membuat ativitas jual beli ikan di TPI dan pasar local Pacitan berhenti. Peran nelayan pesisir Pacitan sangat besar, harga di pasaran juga sangat bagus Layur mutu 1 seharga Rp. 50.000/kg, mutu 2 Rp. 40.000/kg, Layur ukuran lebih kecil Rp. 30.000-35.000/kg, sementara banyar Rp. 25.000/kg. “Harga masih sama, naik tidak seberapa, terus sekarang ini kak musim layur, jadi bagus-bagus barangnya,” kata Nur salah satu penjual ikan.

Melimpahnya hasil tangkapan inilah yang menjadi alasan Ninik mengajak seluruh pengguna pelabuhan untuk disiplin, mematuhi aturan terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 juga terus memaklumi beberapa rentetan pemutusan mata rantai penularan seperti pengecekan suhu tubuh, penyemprotan desinfektan serta sering dilakukan sosialisasi pemakaian masker, social distancing dan hidup sehat. (UPT. PPP Tamperan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here