Ditengah Covid-19, Produksi PPP Pondokdadap Justru Mengalami Kenaikan Sebesar 46%

Pondokdadap (04/05) Ditengah maraknya terjangan covid-19 di berbagai daerah yang menyerang belakangan ini, produksi Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan (UPT PPP) Pondokdadap secara global mengalami peningkatan yang signifikan pada Bulan April 2020. Hal ini juga diiringi dengan peningkatan produksi ikan tuna, maskot PPP Pondokdadap yang didaratkan pada Bulan April 2020. Ikan tuna berukuran besar juga sudah semakin sering didaratkan meski masih tidak dalam jumlah banyak. Pada Bulan Maret 2020, produksi perikanan PPP Pondokdadap hanya mengalami peningkatan sebesar 46%, dimana sebelumnya pada Bulan Maret 2020 angka produksi ditutup pada angka sebesar 294,706 kg, kini di Bulan April 2020, produksi perikanan meningkat pada angka 429.126 kg.

Posisi puncak pada data statistik April 2020 diduduki oleh ikan layang (Decapterus spp.) dengan volume produksi sebesar 144,97 ton atau sebesar 34% dari volume produksi total. Sementara ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) menyusul di posisi kedua dengan volume produksi sebesar 131,64 ton atau sebesar 31% dari total volume produksi total. Kelompok ikan tongkol (Auxis spp., Sarda spp., Euthynnus affinis) berada di posisi ketiga dengan volume produksi sebesar 62,85 ton atau sebesar 14% dari total volume produksi disusul dengan ikan madidihang atau yellowfin tuna (Thunnus albacares) berukuran kecil dengan volume produksi sebesar 39,59 ton atau sebesar 9% dari total volume produksi. Sementara sisanya diisi oleh ikan albakor (Thunnus alalunga) dengan volume produksi 20,99 ton (5%), ikan tuna mata besar (Thunnus obesus) dengan volume produksi sebesar 16,33 ton (4%), ikan lemuru (Sardinella lemuru) dengan volume produksi sebesar 3,03 ton (1%), ikan lemadang (Coryphaena hippurus) dengan volumeproduksi sebesar 3,56 ton (1%) produksi sebesar ikan salem (Rastrelliger sp.) dengan volume produksi sebesar 3,32 ton (1%) dan ikan marlin, tuna madidihang berukuran besar, peperek, dan tenggiri dengan volume produksi berturut turut sebesar 1,15 ton, 0,79 ton, 0,77 ton, dan 0,12 ton (<1%).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Maret 2020), produksi tuna (yellowfin dan bigeye) di UPT PPP Pondokdadap mengalami kenaikan sebesar 53%, dari angka 37,1 ton di Bulan Maret menjadi 56,7 ton di Bulan April. Namun kenaikan ini tidak diiringi oleh kenaikan persentase komposisi tuna sirip kuning berukuran besar yang didaratkan, dimana pada Bulan Maret 2020, dari total ikan tuna sirip kuning yang didaratkan, 1,06 ton (4%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg, sementara pada Bulan April 2020, hanya 0,79 ton (2%) diantaranya merupakan ikan tuna sirip kuning berukuran diatas 20 kg. (UPT PPP Pondokdadap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here