Asosiasi Pedagang Makanan di Tamperan

0
81

Sebagai tempat umum, kerumunan massa selalu berdatangan di Pelabuhan Tamperan, baik dengan tujuan jual beli ikan atau hanya sekedar menikmati pemandangan. Kesempatan ini tentu digunakan sebaik-baiknya oleh para pejual makanan keliling. Pedagang makanan ringan seperti Cilok, Es Doger, Tempura, Pentol Bakar dan lainnya berdatangan di area pelabuhan dengan lapak masing-masing yang rata-rata menggunakan kendaraan roda 2.

Masalah yang muncul adalah banyaknya sampah serta penataan lokasi berjualan yang tidak teratur, sehingga menimbulkan polemik berkepanjangan pada tim kebersihan Pelabuhan. Menyikapi hal tersebut pihak UPT PPP Tamperan mengundang sekelompok pedangang dengan tujuan menemukan titik kesepakatan agar kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan.

Selasa 25/08/2020 hadir seluruh pedagang di Aula UPT Tamperan dalam rangka memenuhi undangan pertemuan. Bersama agenda tersebut, Ninik Setyorini mengatakan sebenarnya pelabuhan terbuka untuk siapa saja namun tetap ada peraturan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Dalam pertemuan itu kemudian mengerucut pada satu titik temu yakni pembentukan Asosiasi Pelaku Pedagang Makanan Pelabuhan, dengan tujuan mudahnya koordinasi yang mengerucut pada pendisiplinan.

“Kami harap dengan adanya Asosiasi ini mudah koordinasi, bahkan untuk pendisiplinan protap covid-19 dan lainnya,” tandas Ninik. Ploting area berjualan, pendisiplinan protap covid-19 serta penyediaan tempat sampah secara serentak dilakukan pada hari itu juga. Bahkan pihak UPT berharap pedagang juga bersedia memberitahu pembeli dimana letak tempat sampah. (UPT. PPP Tamperan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here