DKP Prov. Jatim Laksanakan Giat Pembinaan Mata Pencaharian Alternatif Bagi Keluarga Nelayan Pulau Bawean

0
19

Sektor perikanan merupakan salah satu sektor strategis dalam pembangunan perekonomian regional, nasional maupun internasional. Pulau Bawean Kabupaten Gresik memiliki potensi sumberdaya pesisir sebesar ± 71 Km dan ± 69 Km di daratan, yang mana potensi tersebut cukup strategis dalam menopang perekonomian masyarakat Bawean.

Data yang dimiliki oleh Dinas Perikanan Kabupaten Gresik menyebutkan bahwa, pada tahun 2021 jumlah sumberdaya manusia yang berprofesi sebagai nelayan sebanyak 4.296 orang. Jumlah tersebut mencakup 37,44% dari total nelayan Kabupaten Gresik yang berjumlah 11.474 orang.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur melalui Subkoordinator Kenelayanan, Hardono Ismanto, SE., bersama Kepala Bidang Perikanan Tangkap Kabupaten Gresik, Ir. Samsul Arifin menggelar pertemuan dengan keluarga nelayan Bawean di ruangan pertemuan Instansi Pelabuhan Perikanan Pantai (IPPP)  Bawean.

Pertemuan dilaksanakan Pukul 09.00 WIB dengan menghadirkan Kepala Instansi Budidaya Laut Boncong Tuban, Subandri sebagai narasumber dalam kegiatan pembinaan mata pencaharian alternatif dengan pembudidayaan potensi yang cocok di Pulau Bawean.

Peserta Pembinaan Mata Pencaharian Alternatif Bagi Keluarga Nelayan Pulau Bawean
Peserta Pembinaan Mata Pencaharian Alternatif Bagi Keluarga Nelayan Pulau Bawean

Dalam sambutannya, Ir. Samsul Arifin menyebutkan bahwa pemanfaatan potensi sumberdaya  potensial tersebut tak hanya untuk bidang usaha perikanan tangkap saja, melainkan juga bidang budidaya, pengolahan, pemasaran hasil perikanan serta sektor lainnya.

Sambutan oleh Hardono Ismanto, SE selaku Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Ahli Muda Subkoordinator Kenelayanan DKP Prov. Jatim
Sambutan oleh Hardono Ismanto, SE selaku Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Ahli Muda Subkoordinator Kenelayanan DKP Prov. Jatim

Hardono Ismanto, SE, menuturkan bahwa kegiatan pembinaan Mata Pencaharian Alternatif (MPA) merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang pernah dilakukan sebelumnya. Berdasarkan survei dan permintaan dari masyarakat nelayan dengan melihat potensi yang ada di pulau Bawean, perlunya diadakan pembinaan beberapa mata pencaharian alternatif untuk keluarga nelayan selama musim paceklik.

Pada kesempatan ini pula, Hardono memaparkan kegiatan seksi kenelayanan DKP Prov. Jatim diantaranya asuransi nelayan yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, mata pencaharian alternatif (MPA) nelayan, festival nelayan, akses permodalan bagi nelayan yang mendekatkan dengan penyedia modal seperti perbankan, KUR, serta pembinaan kelopok nelayan.

“Harapannya respon masyarakat positif sehingga kegiatan dapat berkelanjutan dan tentunya memberi manfaat bagi masyarakat”, pungkas Hardono.

Subandri selaku narasumber menjelaskan bahwa kunci dalam budidaya udang adalah sumber air, lahan, teknologi dan manajemen air. Dalam pemaparannya ia menekankan teknik budidaya tambak udang vanamei untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Setelah kegiatan pembinaan MPA, semua peserta diajak untuk melihat secara langsung budidaya tambak udang vanamei di Desa Daun Kecamatan Sangkapura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here