Hubungi Kami
Telp. (031) 8281672
Email
diskanla@jatimprov.go.id
News Photo

Pembinaan Pelestarian Ekosistem Mangrove di Kabupaten Jember

Kamis, 16 Mei 2024 Seksi Konservasi Kelautan melaksanakan kegiatan Pembinaan Pelestarian Ekosistem Mangrove bertempat di Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Tujuan dari Kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan wilayah pesisir. Peserta terdiri dari Perwakilan Pemerintah Desa Sumberejo, Perwakilan Pokmaswas dan KUB Setempat. Narasumber Kegiatan yaitu Bapak Suwandi, S.Sos., M.Si Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Sumberdaya ikan; Bapak Caesar Dunga, S.Kel Ahli Pertama Pengelola Ekosistem Laut Pesisir, dan Bapak Ir. Sukandar, M.P, dari Akademisi Universitas Brawijaya. Moderator kegiatan yaitu Ibu Dewi Nur Setyorini, S.Pi., M.Ling Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Situbondo.  

Desa Sumberejo memiliki potensi Penggiat Pelestari Lingkungan yang peduli terhadap kelestarian mangrove, potensi mangrove Desa Sumberejo terletak di muara sungai yaitu di dekat Wisata Bukit Pawon. Berdasarkan informasi terdapat tiga jenis Mangrove yang ditemukan yaitu : Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa dan Sonneratia Caseolaris.

 

Dukungan pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan terhadap Pelestarian Ekosistem mangrove dengan melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Mangrove diwilayah pesisir kemudian dilakukan tindak lanjut berupa Edukasi melalui Program Pesisir Berseri, Sekolah Pantai dan Beach Clean Up. Selain itu Dinas Kelautan dan Perikanan juga dapat memberikan fasilitasi hibah Joging Track Mangrove untuk pengembangan ekowisata.

Mangrove memiliki banyak manfaat secara ekologi, ekonomi maupun keberadaanya diantaranya sebagai habitat satwa langka, mitigasi bencana, pengendapapan lumpur, memelihara iklim, penyerapan karbon dan fungsi lainnya yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Peran mangrove dalam Blue Carbon Mangrove dapat tumbuh subur sepanjang tahun serta mampu menangkap CO2 dalam jumlah besar, tanah bersifat anaerobik sehingga karbon yang disimpan dapat bertahan sampai ribuan tahun.

Ancaman terhadap ekosistem mangrove yang disebabkan oleh faktor manusia berupa pencemaran limbah, sampah, penebangan liar dan alih fungsi lahan. Sedangkan yang disebabkan oleh faktor alami berupa jamur pada mangrove, hama dan penyakit, teritip, sampah plastik serta hewan ternak. Dalam kegiatan rehabilitasi mangrove dapat dilakukan dengan pengayaan sumberdaya hayati, perbaikan habitat mangrove, perlindungan mangrove agar tumbuh dan berkembang secara alami serta menggunakan cara yang ramah lingkungan

“Mangrove merupakan ekosistem yang penting karena sangat menunjang perlindungan pesisir serta sangat berperan dalam mengontrol perubahan iklim”


Berita ini telah diakses 74 kali

Share Berita

Komentar