Hubungi Kami
Telp. (031) 8281672
News Photo

REHABILITASI MANGROVE WILAYAH PESISIR

  • Artikel
  • 30 Mei 2024
  • Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Situbondo

Sumber : Cabdin KP Situbondo tahun 2019

Setelah mengenal apa itu mangrove, kita harus tau Bagaimana cara memulihkan ekosistem mangrove atau yang dikenal dengan rehabilitasi. Rehabilitasi mangrove merupakan upaya mengembalikan fungsi mangrove dan hutan pantai yang mengalami degradasi, kepada kondisi yang dianggap baik dan mampu mengemban fungsi ekologis dan ekonomis (P.35/Menhut-II/2010).

Dalam rehabilitasi mangrove terdapat berbagai macam metode diantaranya : 

              1. Lajur berjajar

Sumber: Cabdin KP Situbondo tahun 2019 

Metode Penanaman mangrove lajur berjajar yaitu menanam bibit mangrove yang sudah biasa dilakukan dalam rehabilitasi mangrove. Metode ini adalah metode yang paling sederhana dan mudah dilakukan. Cara yang dilakukan yaitu penanaman bibit mangrove di lokasi penanaman dengan jarak tanam 1m x 1m. Penanaman mangrove diatur sedemikian rupa sehingga supaya tidak merubah sifat alami mangrove yaitu membentuk tegakan murni. Pada lahan tanam yang tidak terendam air, dibuatkan lubang di dekat ajir dengan ukuran lebih besar dari ukuran polibag dan kedalaman dua kali lipat dari panjang polibag. Pada lahan yang tergenang air, bibit cukup dibenamkan hingga kedalaman dimana tanah dalam polibag terendam lumpur. Bibit ditanam secara tegak dengan melepaskan bibit dari polibag secara hati-hati agar tidak merusak akarnya. 

           2. Rumpun Berjarak

Cara Penanaman mangrove metode rumpun berjarak yaitu menggunakan bambu yang dibentuk persegi dengan dimensi ukuran 2 m x 1 m dan kedalaman bambu mencapai 110 cm atau dengan tinggi total bambu 2 m Metode mangrove sistem berjarak adalah penanaman rapat per rumpun yang berjumlah 550 batang, 50 batang (panjang) dan 11 batang (lebar) dengan kedalaman 20-25 cm jarak per rumpun / jarak antar petakan satu meter atau bisa mencapai 20 m. Sistem rumpun berjarak ini berfungsi untuk mengokohkan dan menjerat hara (lumpur) juga sebagai tanda adanya kegiatan, sehingga nelayan tidak menebar jaring di sana. Selain itu dilakukan pula pemagaran di luar lokasi penanaman mangrove dengan besi bekel berjarak 4 meter, disisipi bambu rangkap setiap meternya, lalu diberi jejaring yang fungsinya untuk menahan sampah agar tidak masuk ke lokasi penanaman mangrove. Terkait inovasi rumpun berjarak tersebut menunjukkan bahwa mangrove lebih tahan dari gelombang, hanya sedikit tiram yang menempel, dan mampu bertahan dalam waktu yang lama (tidak mudah mati). Penanaman mangrove dengan sistem rumpun berjarak memliki tingkat keberhasilan sekitar 80-90%. Penanaman dengan metode ini dilakukan di Penunggul, Pasuruan dan Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo (KemenLHK, 2018)

Sumber : Cabdin KP Situbondo tahun 2023,

              3. Guludan

Teknik guludan merupakan metode penanaman mangrove yang efektif untuk lahan-lahan yang tergenang air. Guludan ini dibuat dengan cara mengisi media dengan tanah mineral. Media yang baik untuk pertumbuhan semai mangrove adalah tanah campuran antara tanah mineral 30% dan lumpur 70%. Untuk menghindari banyaknya gulma, semai mangrove yang ditanam di guludan harus terendam air sekitar 10-20 cm. Semakin rapat jarak tanam maka semakin besar pertumbuhan tinggi semai yang dihasilkan dan sebaliknya untuk pertumbuhan diameter batang semai. Jarak tanam 0,5 x 0,5 m menghasilkan pertumbuhan mangrove yang baik. Contoh penerapan metode tanam dengan metode Guladan di Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta. (Kusmana at.al.,2014)

Sumber : Cabdin KP Situbondo Tahun 2023 

          4. Relay Encased Method (REM)

Penanaman Mangrove Metode Relay Encased Method (REM) disebut juga sebagai penanaman dengan sistem bungkus. Tujuan utama Metode REM ini digunakan untuk melindungi bibit mangrove dari dampak gelombang dan menyediakan kondisi pertumbuhan yang sesuai, dengan upaya pemeliharaan dan perluasan yang berkelanjutan. Jadi metode REM salah satu cara melindungi bibit mangrove dari dampak gelombang laut dan penyediaan media tumbuh yang sesuai. Cara tanam menggunakan metode REM yaitu bambu ditancapkan ke dalam lumpur sedalam kurang lebih 0,5 m pada titik-titik dimana bibit mangrove akan ditanam. Bagian dalam ruas bambu dilubangi dan bagian bawahnya diruncingkan agar lebih mudah ditancapkan. Kemudian bambu diisi dengan lumpur dan bibit  mangrove ditanamkan ke dalam bambu tersebut. (Sumartomo, 2023)

Sumber: Google.com tahun 2024

Daftar Pustaka

Kementrian Lingkungan Hidup. (2018). Penanaman Mangrove Dengan Sistem Rumpun Berjarak di Kepulauan Seribu. https://itjen.menlhk.go.id/berita/penanaman-mangrove-dengan-sistem-rumpun-berjarak-di-kepulauan-seribu diakses pada tanggal 11 Juni 2024

Kusmana, C. Istomo. Tarma. P (2014). Teknik Guludan Sebagai Solusi Metode Penanaman Mangrove Pada Lahan Yang Tergenang Air Yang Dalam. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Vol. 1 No. 3, Desember 2014: 165-171. ISSN : 2355-6226.

Sumartomo, E. Ari. A, Parwito, Mujiono, Rifi. Z, Riki. R (2023). Pelestarian dan Penanaman Mangrove Melalui Metode Relay Encased Method (REM). JDISTIRA Vol. 3 Nomor 2 Tahun 2023

Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P.35/Menhut-II/2010 tentang Peraturan Menteri Kehutanan Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.32/MENHUT-II/2009 Tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RTkRHL-DAS)

Ditulis oleh : Dhimas Amirul Kusuma &  Puji Rahmawati


Berita ini telah diakses 158 kali

Share Berita

Komentar